Pasar Rakyat Mojokerto Siap Ditempati, Usulan Pedagang Overload hingga 200 Pedagang

Saat ini pasar rakyat Prapanca, atau yang dulu pasar loak di Lingkungan Cakar Ayam, Kelurahan Mentikan, Kota Mojokerto siap ditempati pada tahun 2020 ini. Namun, nampaknya daftar pedagang yang akan menempati pasar tersebut melebihi kuota yang ditentukan.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pasar Prapanca merupakan proyek yang dibangun melalui dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian dan Perdagangan (Kemendag) itu memiliki kapasitas 115 pedagang saja.

Ruby Hartoyo, Kepala Disperindag Kota Mojokerto┬ámengatakan, kapasitas pasar tersebut mencapai 115 pedagang. Masing-masing 104 los, dan 11 lainnya kios. Namun, dari calon pedagang yang terdaftar melebihi kuota itu. “Nama-nama (calon pedagang) sudah kita list. Ada sekitar 200-an lebih,” terangnya.

Karena melebihi kapasitas, maka harus dilakukan verifikasi. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi agar lolos seleksi untuk mendapatkan jatah kios dan los. “Nanti akan kita pilih yang betul-betul pedagang. Khawatirnya, baru seminggu-dua minggu sudah tidak jualan lagi,” katanya.

Menurutnya, dari seluruh calon pedagang berasal dari usulan warga setempat. Selain itu, untuk merelokasi sebagian pedagang dari Pasar Prapanca yang dinilai overload.

Terutama, bagi pedagang yang membuka lapak hingga meluber ke badan jalan. “Sementara baru kita data saja, nanti kita akan sisir bersama satpol PP,” paparnya.

Setelah tahap verifikasi rampung, maka pengisian bisa langsung dilakukan. Sebab, pengoperasian pasar tidak harus menunggu proses serah terima dari pemerintah pusat.

Bahkan tahap pengisian awal ini, Pemkot Mojokerto belum bisa mendapat pemasukan dari retribusi pedagang. “Kita tidak boleh mengenakan retribusi, sebelum ada serah terima. Tapi, untuk menempati boleh,” jelasnya.

Menurut Ruby, pengisian pedagang pasar rakyat Prapanca paling cepat dilakukan bulan Februari nanti. Meski konstruksi fisik dipastikan rampung, tapi disana belum teraliri sambungan listrik.

Dia mengatakan, penyambungan daya listrik akan dialokasikan lewat APBD, dan diperkirakan menyerap biaya Rp 35 juta-Rp 40 juta. “Saya perkirakan Februari sudah selesai. Karena instalasinya sudah klir semua, tinggal penyambungan listriknya saja,” bebernya.

Sekedar informasi, Pemkot Mojokerto memastikan mengalih fungsikan Pasar Prapanca dari yang sebelumnya pusat perdagangan loak menjadi pasar umum. Sehingga barang yang dijual nanti akan menyediakan kebutuhan bahan pokok. Seluruh pedagang barang bekas telah direlokasi sementara ke Pasar Kliwon, Kota Mojokerto.

Mereka dijanjikan akan disediakan lokasi di Jalan Lingkungan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon. Setidaknya pemkot menyiapkan lahan seluas 3 hektare yang akan dijadikan sebagai sentra perdagangan tahun depan. (sma/adm)

Baca juga :