Ruang Kelas Tergenang Banjir, Siswa SDN di Mojokerto Terpaksa Dipulangkan Lebih Awal

Banjir yangmelanda dua Dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ternyata tidak hanya rumah warga juga hektaran persawahan. Selain itu sejumlah fasilitas umum juga terendam seperti SDN Tempuran, sebanyak tiga ruangan kelas juga ikut terendam, Senin (03/02/2020).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, tiga ruangan belajar siswa SDN Tempuran yang berada di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko tersebut terendam Banjir. Sehingga para guru terpaksa mempersilahkan para ratusan siswanya belajar di rumah.

Tri Ari Andriani, seorang guru SDN Tempuran mengatakan, sebanyak 3 ruangan kelas yang terendam banjir. “Ada tiga ruangan kelas yang terendam yakni kelas I, II dan III,”ungkap.

Menurutnya, banjir yang terjadi hampir tiap tahun ini sangat mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa, terlebih saat kelas VI sebentar lagi menghadapai ujian.

“Kita tidak meliburkan, melainkan mempersilahkan para siswa belajar di rumah masing-masing. ┬áKarena kondisi tidak tidak memungkinkan, namun khusus kelas VI tetap masuk karena harus mengejar materi USBN,” tuturnya.

Kata Tri, air mulai masuk area sekolah sejak kemarin, dan pada malam hari air mulai masuk ke ruangan kelas hingga di atas mata kaki orang dewasa. “Kita sudah antisipasi semuanya, bangku dan buku sudah kita amankan sejak kemarin. Karena pada tahun kemarin banyak buku yang terendam,” jelasnya.

Saat ini sebanyak 191 siswa dipulangkan lebih awal oleh para guru untuk belajar di rumah. “Ya tetap melihat kondisi, kalau kondisinya seperti ini ya terpaksa para siswa tetap belajar di rumah sampai benar-benar kondisinya surut. Karen kalau dipaksakan menurut kita sangat membahayakan dan tak kondusif,” ujarnya.

Sekedar diketahui, banjir akibat luberan Sungai Watu Dakon mulai menggenangi perkampungan sejak Sabtu dinihari (01/02/2020). Bahkan hari ini, Senin (03/02/2020) air masuk ke rumah warga di dua Dusun.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, hingga hari ini (03/02/2020) air akibat luberan sungai Watu Dakon sudah menggenangi 29 rumah warga.

25 rumah diantaranya berada di Dusun Bekucuk dan 4 rumah di Dusun Tempuran, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Hingga Senin (03/02) kondisi banjir akibat luberan sungai Watu Dakon terus mengalmai kenaikan. (sma/adm)

Baca juga :