Kasus DBD di Mojokerto Masih Tinggi

Ilustrasi DBD

Menurut data RSI Sakinah Mojokerto, hingga memasuki pertengahan bulan Februari ini saja, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah mencapai 54 kasus. Melihat data tersebut, DBD di wilayah Kabupaten Mojokerto belum menunjukkan penurunan.

Eti Rosita – seorang ibu pasien mengatakan, putrinya sudah dirawat di RS sekitar 4 hari. Hal itu berawal saat anaknya mengalami muntah-muntah disertai gejala tifus. Tapi pihaknya tidak menyangka kalau putrinya justru terjangkit DBD. “Sudah di fogging kok tapi kok masih kena DBD”, ujarnya kemarin (15/02/2019)

Nunuk Kurniati, Kasi Perawatan RSI Sakinah mengatakan, dari awal hingga pertengahan bulan ini sudah mencapai 54 kasus. Rata-rata dialami balita dan anak-anak usia 1 – 10 tahun mencapai 33 pasien. Lalu, remaja hingga pemuda sebanyak 21 pasien.

Baca Juga :  DBD Mewabah, Dua Bocah di Puri Mojokerto Meninggal

Kata Nunuk, pasien tertinggi didominasi wilayah Kecamatan Puri dan Sooko masing-masing 7 kasus. Kecamatan Trowulan 6 kasus, Mojoanyar 5 kasus dan Jatirejo sebanyak 4 kasus. “Ditambah lagi dari luar Mojokerto yakni Kesamben (Jombang) ada 7 kasus, Mojoagung ada 6 dan Sumobito ada 3 kasus”, terangnya.

Nunuk sekaligus menghimbau, agar Dinkes Kabupaten Mojokerto terus melakukan inovasi dalam melakukan penegahan, meski saat ini curah hujan mulai menurun. “Walaupun penambahannya tidak banyak, ini tetap waspada”, tegasnya.  (adm/ats)

Baca juga :