Diprotes Warga, Makam “NN” Bakal Direlokasi Dari Makam Islam di Mojokerto

Dianggap bukan tempat pemakaman umum

Setelah ramai dibicarakan di media sosial facebook terkait penolakan pemakaman Nunuk Suwartini, yang beragama non muslim namun dimakamkan di pemakaman islam Desa Ngareskidul, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. Kini, makan tersebut disepakati akan direlokasi.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Nunuk meninggal dunia pada Kamis lalu (14/02) setelah sakit selama 5 hari di RSUD RA Basuni, Gedek. Setelah melalui pertemuan yang melibatkan tokoh masyarakat, pihak Kecamatan, Polsek dan Koramil. Akhirnya disepakati pada Jum’at (15/02), jenazah dimakamkan di pemakaman Islam Desa Ngareskidul yang lokasinya berada tidak jauh dari rumah Nunuk.

Namun setelah bebarapa hari mulai muncul penolakan dari warga bahkan semakin bertambah dan ada penggalangan penolakan yang mengatasnamakan dirinya ulama di Desa Ngareskidul hingga ramai di media sosial.

Warga yang menolak menyatakan bahwa area pemakaman tersebut merupakan Makam Islam, bukan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Sehingga warga non muslim tidak di perkenankan di makamkan di pemakaman Islam tersebut.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono, langsung turun tangan menyikapi masalah ini. Menurutnya, pemakaman jenazah Nunuk merupakan hasil musyawarah dan dilakukan dengan persayaratan. “Itu hasil musyawarah, dan ada syarat-syarat yang ditentukan untuk menghormati syariat Islam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Proyek Gagal, Makam Troloyo Mojokerto Bakal Mangkrak Lama

Namun, Kata Kapolres, karena muncul penolakan yang mengatasnamakan ulama, maka dilakukan musyarawar lagi yang dimediasi langsung oleh Polres Mojokerto Kota.

“Hasil kesepakataan, makam Nunuk akan dipindahkan ke makam Nasrani di Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto. Sambil menunggu lokasi dan waktu pemindahan, semua pihak kami minta agar menahan diri untuk menghindari gesekan,” terangnya.

Kapolres juga berharap, masyarakat tidak melakukan provokasi di media sosial. Rena situasi keamanan di Desa Ngareskidul sudah kondusif. “Kami berharap tidak ada upaya di medsos untuk menggalang dukungan dari pihak manapun yang akan memperkeruh suasana,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :