Antisipasi Error Saat UNBK, Kemenag Mojokerto Atensi Daerah Pegunungan

Rawan Error dan listrik padam

Dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), berbagai langkah dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, UNBK jenjang MA di gelar mulai hari ini, Senin (01/04/2019) atau terhitung tanggal 1,2,3,4 dan 8 April 2019.

Zainut Tamam, Kasipenma Kemenag Kabupaten Mojokerto mengatakan, UNBK kali ini yang perlu diantisipasi yakni daerah ketinggian atau pegunungan khususnya wilayah Trawas.

“Misalnya, sekolah yang berada di daerah Trawas. Biasanya ada gangguan jaringan internet. Tetapi kami sudah bekerjasama dengan pihak Telkom dan PLN, agar pelaksanaan UNBK berjalan lancar,” terangnya.

Kata Zainut, pelaksanaan UNBK untuk MA dan MTs sudah dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Mojokerto. ” Seluruh sekolah MTs dan MA baik negeri maupun swasta sudah menggunakan komputer,” katanya.

Berita Terkait :  127 Sekolah di Mojokerto Rusak, Dispendik Siapkan Rp 3,2 Milyar

Tapi Zainut mengaku,terdapat beberapa lembaga sekolah belum dapat menyediakan komputer sesuai dengan jumlah siswa. Namun, hal ini tak menghambat pelaksanaan UNBK.

“Satu sekolah bisa menggelar pelaksanaan UNBK menjadi tiga sesi karena jumlah komputer. Ada juga yang hanya menggelar UNBK satu sesi karena ketersidaan komputer sesuai dengan jumlah siswa.” katanya.

Zainut juga mengatakan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK tahun ini dari MTs sekitar 16.300 siswa. Sedangkan untuk MA berjumlah 3.001 siswa.

“Lembaga MTs di Kabupaten Mojokerto berjumlah 78 lembaga. Untuk MA ada 45 lembaga. Semua lembaga itu saat Ujian Nasional menggunakan komputer secara mandiri,” paparnya.

Bahkan pada beberapa bulan lalu, MTs dan MA telah menggelar uji coba UNBK. (adm/ats)

Baca juga :