Periksa Sekkab 5 Jam, KPK Bakal Sita 10 Dump Truk MKP – Bupati Mojokerto nonaktif

Sekdakab Mojokerto Herry Suwito diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolresta Mojokerto sekitar selama 5 jam terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) di Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Herry Suwito datang dan masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.45 WIB dan baru keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.30 WIB.

Herry mengaku dimintai keterangan terkait data-data kepegawaian, termasuk klarifikasi perihal surat pengangkatan Bupati dan daftar gaji, dan tunjangan bupati sejak 2010. “Aset bukan urusan saya. Saya lebih pada SK pengangkatan, gaji dan tunjangan Bupati,” terangnya.

Selain Herry Suwito, tampak juga Kepala Dinas Sosial, Lutfi Ariono yang juga pernah menduduki kursi kepala dinas PUPR juga diperiksa KPK pada Kamis (04/07/19). Serta beberapa kontraktor dan petinggi PT Musika, perusahaan keluarga MKP juga turut diperiksa.

Sementara KPK juga terus melakukan penyitaan, aset MKP yang tersebar di beberapa wilayah. Salah satunya di wilayah Mojosari, penyidik KPK yang dikawal sejumlah personil kepolisian kembali menyita aset tanah dan rumah atas nama Nono, orang dekat MKP.

Baca Juga :  Anak MKP, Bupati Mojokerto Nonaktif Tewas Kecelakaan di Tol Ngawi

Ada empat lokasi yang dipasang papan penyitaan oleh KPK. “Dua bangunan dan dua lahan kosong ini masuk Desa Seduri, Mojosari. Kesemuannya dengan nama nono,” ungkap sumber terpercaya.

Selain di Mojosari, KPK hari ini (Jum’at) juga agendanya memasang plakat di lahan kosong milik MKP di area Puri, Trawas, dan Ngoro. KPK juga bakal menyita aset bergerak berupa puluhn dump truk.

Hanya saja, puluhan truk milim MKP itu hingga kamis malam masih dikroscek keberadaannya. “Tapi yang jelas, besok ada 10 truk yang akan dibawa ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) di Sooko. Sekarang (tadi malam) truknya masih didata,” tandasnya.

Kabarnya, berkas beberapa truk yang akan disita sudah disiapkan, termasuk STNK dan BPKBnya. Dari data yang ada kendaraan itu sebagian berada di kawasan Terusan Gedek dan wilayah Kota Mojokerto.(fam/udi)

Baca juga :