Tiga Desa di Mojokerto Krisis Air, BPBD Salurkan 171 Tangki Air Bersih

Krisis air bersih melanda Desa Kunjorowesi, Kutogirang dan Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Akibatnya ribuan penduduk 3 desa yang terletak di lereng gunung Penanggungan itu kesulitan air bersih.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pemerintah menyiapkan 171 tangki air bersih yang disalurkan secara bertahap ke 3 desa tersebut, untuk memenuhi kebutuhan air ribuan penduduk.

Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, kesulitan air bersih dialami 1.045 jiwa. Dari jumlah itu, 520 jiwa diantaranya di Desa Kunjorowesi, 250 jiwa di Dusun Buluresik, Desa Manduro Manggung Gajah, serta 275 jiwa di Desa Kutogirang.

” Mulai kemarin (4/7/2019) sudah ada permintaan air bersih dari Kepala Desa masing-masing. Oleh sebab itu mulai kami lakukan penyaluran air bersih,” ujarnya.

Krisis air bersih yang terjadi di 3 desa itu membuat BPBD Kabupaten Mojokerto meningkatkan status dari siaga ke tanggap darurat kekeringan. Sebagai tahap awal, menurut Zaini, telah mengalokasikan Rp 60 juta untuk pengadaan air bersih.

Tahun ini kontrak pengadaan air bersih dijalin dengan PDAM Kabupaten Mojokerto. Dana itu digunakan untuk mendapatkan 171 tangki air bersih. Setiap tangki mempunyai kapasitas 4.000 liter dengan harga Rp 350 ribu. “Setiap harinya kami ploting 6 tangki untuk ketiga desa tersebut. Jumlah itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan warga,” jelasnya.

Baca Juga :  Kekurangan Air Bersih, Ratusan Ibu-Ibu di Mojokerto Demo

Zaini memperkirakan, 171 tangki hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga selama satu bulan. Kalau krisis air bersih masih terjadi pada bulan berikutnya, maka pihaknya kembali mengajukan anggaran melalui Perubahan APBD Pemkab Mojokerto 2019.

Jika dalam sehari warga membutuhkan 6 tangki air bersih, maka selama sebulan dibutuhkan penyaluran 180 tangki. “Kalau pun di kami tidak ada anggaran, BPBD Jatim siap mendukung pengadaan air bersih,” ungkapnya.

Menurut Zaini, krisis air bersih ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Untuk itu berharap, agar dunia usaha dan masyarakat umum ikut membantu warga yang kesulitan air bersih. “Kami juga sudah mengajukan surat permohonan CSR (corporate social responsibility) dari PDAM. Kan selain bisnis, PDAM juga ada fungsi sosialnya,” pungkasnya. (sma/adm)

Baca juga :