Ulah Pemburu Liar, 150 Hektare Hutan Lereng Gunung Welirang Terbakar

Ratusan hektar hutan di lereng Gunung Welirang terbakar sejak Minggu (29/09/10). Kebakaran, diduga dipicu oleh ulah pemburu liar yang dengan sengaja membakar hutan untuk mengeluarkan satwa.

Kepala UPT Tahura R Suryo Ahmad Wahyudi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dan mengutuk keras indikasi ulah tangan manusia yang sengaja membakar hutan di lereng gunung Welirang.

Hingga kamis (03/10) siang, titik api masih belum bisa dipadamkan, terdapat titik api di blok plorotan Desa Cembor, Kecamatan Pacet dan di wilayah Trawas.

Hembusan angin yang cukup kencang dan tanah yang gambut memicu api sulit untuk dipadamkan. “Ini yang kita khawatirkan, merambah ke lokasi wisata dan pemukiman warga sebab api merembet ke arah sana,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, kebakaran hutan ini diduga ulah dari para pemburu liar. Mereka sengaja membakar hutan agar hewan rusa keluar dari persembunyiannya. Hal ini dari adanya sisa tulang rusa yang sudah diambil dagingnya.

“Kebakaran ini penyebabnya adalah perburuan liar. Itu kan dibakar hutannya, agar hewan rusa keluar. Setelah keluar kemudian ditembak, dikuliti, kemudian diambil dagingnya. Tulangnya ditinggal disitu biar terlihat terbakar,” jelasnya.

Berita Terkait :  Balai Diklat Kementerian PUPR di Surabaya Ludes Terbakar, Kerugian Rp 1 Miliar

Wahyu juga mengatakan, kawasan Tahura Raden Soerjo merupakan salah satu habitat hewan rusa, sehingga lokasi ini kerap menjadi sasaran para pemburu liar.

Ia meminta agar masyarakat yang masih melakukan perburuan rusa tidak lagi membakar hutan. Apalagi, rusa merupakan hewan yang dilindungi. Sehingga tidak diperbolehkan untuk diburu.

Selain itu, dirinya juga menghimbau bila masyarakat melihat dan menemukan orang yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada petugas.

Dia memperkirakan, sejak terbakar pada Minggu (29/09/19) hingga Kamis (03/10/19) luasan hutan di lereng gunung Welirang yang masuk wilayah Mojokerto terbakar mencapai 100 sampai 150 hektar.

“Sampai saat ini petugas bersama puluhan potensi relawan Mojokerto terus melakukan penyisiran untuk memastikan api tidak kembali menyala, dan berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke lokasi lain,” tandasnya.(sma/udi)

Baca juga :