Misi Perdamaian, 423 Prajurit 503 Mayangkara, Mojokerto Berangkat ke Afrika

Tergabung dalam dalam Satgas Gerak Cepat Garuda Indonesia XXXIX, sebanyak 423 prajurit Yonif Para Raider 503 Mayangkara dikirim dalam misi perdamaian ke Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Mayjen TNI Tri Yuniarto, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad memimpin upacara pelepasan di lapangan Markas Yonif Para Raider 503 Mayangkara, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (5/11/19).

Selain melaksanakan misi perlindungan masyarakat sipil di Kongo dalam kurun waktu satu tahun, Satgas Rapid Deployed Batalyon XXXIX-B Monusco Kongo juga membantu dan memelihara pengamanan pemerintah demokratik Kongo yang sedang terganggu.

Menurut Mayjend TNI Tri Yuniarto, sebelum melaksanakan misi damai Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), 860 pasukan sudah menerima pembekalan di pusat misi keamanan TNI di Sentul, Bogor.

Satgas Rapid Deployble Batalyon XXXIX-B Monusco Kongo tergabung dari 423 personel Yonif Para Raider 503/Mayangkara ini, sebelumnya sudah dipersiapkan selama sebulan dengan berbagai pembekalan.

“Misi yang dilaksanakan oleh prajurit Yonif Para Raider 503 sebagai batalyon gerak cepat TNI atau Satgas Kontingen Garuda. Fungsi mereka sebagai pasukan gerak cepat di bawah kendali dari PBB yang wilayah operasinya di Republik Kongo,” terangnya.

Berita Terkait :  Tolak Kerusuhan, HMI Universitas Islam Majapahit Mojokerto Ajak Warga Hormati Putusan MK

Pasukan Yonif Para Raider 503 akan menjalankan sejumlah tugas dan mandat yang diberikan PBB dengan masa tugas selama satu tahun.

“Tugas mereka pertama adalah melaksanakan perlindungan terhadap masyarakat sipil, memelihara dan membantu penguatan dari pemerintah Demokratik Kongo yang saat ini mengalami gangguan, serta ikut membantu personil PBB yang bertugas di Kongo,” katanya.

Penugasan ketiga kalinya ini merupakan sebuah kehormatan dan sebuah penghargaan dari TNI kepada Yonif Para Raider 503, atas kesuksesannya dalam pengamanan batas negara antara Indonesia dan Papua Nugini.

“Jaga nama baik kesatuan dan nama Indonesia di mata forum internasional. Berikan kesan bahwa Indonesia adalah negara cinta damai dan negara bersahabat. Tampilkan sikap profesional dan semoga menjadi kontingen yang terbaik bagi Indonesia dan Dunia. Berangkat dengan kehormatan, pulang dengan kebanggan,” ujarnya.

Dalam misi perdamaian PBB ini, para pasukan juga membawa kelengkapan humanis. Seperti pakaian, mainan, popok, makanan yang nantinya akan diberikan ke pengungsi Kongo. (sma/adm)

Baca juga :