Sediakan 3 Komoditi, Bulog dan Disperindag Kabupaten Mojokerto Gelar Operasi Pasar

Disperindag Kabupaten Mojokerto bersama Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan menggelar Operasi Pasar (OP) untuk membantu masyarakat ditengah pandemi virus corona (Covid-19).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Operasi Pasar digelar dengan berpindah-pindah lokasi, seperti di selatan Pasar Legi Mojosari. Disana disediakan tiga komoditi, yakni beras kemasan 5 kg dan 2,5 kg, minyak goreng 1 liter dan gula 1 kg.

Masyarakat bisa membelinya dalam satu paket kemasan yakni beras, gula dan minyak goreng.

Masyarakat bisa membeli jenis komoditi, seperti beras atau paket minyak goreng dan gula. Tapi masyarakat hanya diperbolehkan dengan ketentuan, yakni satu warga untuk satu paket. Hal ini dilakukan untuk menghindari paket OP dibeli pemborong yang nantinya dijual lagi.

Dalam prosesnya, petugas menerapkan jaga jarak dan wajib pakai masker. Di OP hari pertama, yang digelar mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB tersebut, paket OP lebih banyak diminati masyarakat. Terbukti mendekati jam tutup, ada 62 paket yang sudah terjual.

Trio Froni YD, Kabid Usaha Perdagangan Disperindag Kabupaten Mojokerto mengatakan, pihaknya menyediakan tiga komoditi untuk OP, dengan rincian gula sebanyak 10 ton, minyak goreng 10 ribu liter. Sementara untuk beras, melihat situasi dilapangan.

“Kalau beras tidak ada batasan, kalau kurang akan kita tambah. Untuk OP di bulan ramadhan ini ada empat titik. Kemarin di Balai Desa Kedungmaling, hari ini di selatan Pasar Legi Mojosari, lusa di Pasar Rakyat Jetis dan Jumat di Pugeran, Gondang,” ungkapnya, Selasa (05/5/2020).

Dalam OP sendiri, Disperindag menyediakan dua jenis beras. Yakni beras jenis Bramu Pacet kemasan 5 kg dengan harga Rp60 ribu, dan IR dengan harga Rp 40.500. Sementara paket minyak goreng 1 liter dan gula 1 kg dijual dengan harga Rp 24 ribu.

“Untuk menghindari pemborong atau pembelian dalam jumlah banyak, kita batasi satu orang hanya bisa satu paket. Dalam pelayanan OP sendiri, kita juga terapkan jaga jarak dan wajib pakai masker. Tadi ada ibu-ibu nggak pakai masker, dia langsung nutup hidup pakai jilbabnya. Ya sudah, masak kita larang,” katanya.

Ony juga mengatakan, meski harga gula di pasaran sempat mencapai angka Rp 20 ribu per kilogram, namun saat ini sudah mulai turun.

Dari survei yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto, harga gula mulai Rp 16 ribu sampai Rp17 ribu per kilogram.

“Semua jenis komoditi saat ini harganya cenderung sudah stabil. Lombok juga pernah sampai Rp 60 ribu per kilogram. Untuk OP sendiri, kita gelar mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Namun juga peminatnya masih banyak akan kita tambah dan semua masyarakat bisa membeli tidak dibatasi domisili,” jelasnya. (sma/adm)