Libur Panjang, Pengendara Masuk Kota Mojokerto Dirapid Tes, 29 Dinyatakan Reaktif

Upaya pencegahan penyebaran virus korona di Mojokerto terus dilakukan secara masif. Baik razia masker hingga rapid tes masal bagi pengendara.

Informasi yang dihinpun suaramojokerto.com, Polresta Mojokerto mulai Rabu (28/10) telah mengelar rapid test massal di sejumlah titik di jalur perbatasan masuk kota Mojokerto.

Pemeriksaan Rapid test ini dilaksanakan secara serentak di 8 titik jalur akses masuk ke dalam Kota Mojokerto oleh petugas Gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan Tenaga Medis/Kesehatan.

AKBP Deddy Supriadi, Kapolresta Mojokerto mengatakan, pada hari pertama pengamanan libur panjang, ada sebanyak 1.600 rapid tes disebar di delapan lokasi, dan hasilnya ada 29 orang yang terdeteksi reaktif.

“Sudah ditemukan adanya sebanyak 29 orang yang reaktif, dari delapan titik tersebut,” ungkap Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, usai menilik rapid tes di Terminal Kertajaya, Rabu, 28 Oktober 2020.

Dia menyampaikan, jika warga yang memiliki hasil rapid tes reaktif akan dilakukan karantina di Balai Diklat Kota Mojokerto di Jalan Raya Kedundung, Kecamatan Magersari. Sedangkan bagi, warga Kota Mojokerto akan langsung diisolasi di Rusunawa.

Menurutnya, dari 29 orang yang terdeteksi reaktif berasal dari luar Kota Mojokerto, yakni Sidoarjo, Jombang, Kudus, Surabaya, bahkan Kabupaten Mojokerto.


Rapid test terhadap warga luar kota ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga tanggal 1 November 2020 untuk antisipasi terjadinya Kluster baru.

Kapolresta juga menjelaskan, pelaksanaan kegiatan pengamanan antisipasi libur panjang maupun Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga sesuai instruksi dari Mendagri.

Sementara delapan titik pemeriksaan Rapid test tersebut antara lain : Halaman GOR Seni jln Gajahmada, Halaman Hotel Surya jln Pahlawan, Simpang Penarip, Simpang PMI, Lapangan Surodinawan, Simpang Kedundung Jln Empunala, Stasiun KA dan Terminal Kertajaya.(sma/udi)

Baca juga :