Ngintip Tempe “Emot” Produksi Mojokerto, Dijual Online dan Disukai Netizen, Ini Jenis dan Harganya

 

Siapa sih yang tak kenal makanan Tempe, makanan khas warga Indonesia yang berbahan dasar dari fermentasi biji kedelai.

Nah, seorang perajin tempe asal Mojokerto kini membuat tempe kreatif yang berbentuk emoji. Tempe yang juga dijual secara online sekarang disukai anak-anak dan diburu netizen. Dan… kalau mau beli ya harus order dulu.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, perajin tempe kreatif tersebut bernama Nastain (32) warga Lingkungan Randegan RT02/ RW02, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kabupaten Mojokerto.

Nastain bersama istrinya Indra Ambarwati (39) mencoba bereksperimen membuat tempe dengan tampilan yang kekinian. Tujuannya, agar anak-anak yang selama ini tidal suka makan tempe jadi tertarik.

Nastain pun menceritakan, ide ini muncul ketika dia bergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube) perdagangan industri tempe yang dikelola Pemerintah Daerah. Dan saat itu, ada pembeli yang mengeluh anaknya susah makan tempe.

“Kami mendapat pelanggan yang mengeluh bagaimana caranya anak-anak lebih suka makan tempe,” kisahnya.

Hingga akhirnya, dia dan istrinya mencoba mencari solusi dengan membuat tempe dengan bentuk lain yang menarik bagi anak-anak. Yaitu, membuat tempe dengan bentuk emot Smile dan Love. “Akhirnya ketemu ide membuat tempe dalam bentuk berbeda ada dua yaitu bentuk Smile dan Love ini,” terangnya.

Karena model baru, Nastain pun hanya melayani sesuai pesanan, pembeli bisa melalukukan Pre Order atau order terlebih dahulu. Bisa melalui media sosial Facebook dan Whatsaap atau bisa datang langsung ke lokasi produksi di rumahnya.


Soal harga, Nastain membandrol tempe Emot ini dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk tempe Emot Smile dijual Rp.10 ribu dan tempe Love Rp.2500. Sedangkan, tempe biasa kemasan daun dijual berharga Rp.2.000.

Nastain yang sudah memproduksi tempe sejak tahun 2008 ini mengaku, pemesan tempe Emot ini dari berbagai kalangan, seperti pengelola catering dan ibu rumah tangga. “Kebanyakan pembeli dari masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota untuk dijadikan oleh-oleh, dari Kota Surabaya, Gresik dan Bali,” tandasnya.(sma/udi)

Baca juga :