Deteksi Bencana di Mojokerto, Pemkab Gandeng USAID-APIK

Susun Rencana Kontijensi Banjir Bandang

Slider

Kabupaten Mojokerto masuk daerah rawan bencana, khususnya banjir bandang dan longsor yang selalu terjadi pada musim hujan. Pemkab Mojokerto kerjasama dengan USAID-Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan Atau USAID-APIK untuk deteksi dini bencana di Mojokerto. Kerjasama ini dibahas dalam forum Konsultasi Publik dan Penyusunan Rencana Aksi Komunitas dan Penyusunan Rencana Kontijensi Banjir Bandang Desa Begaganlimo, Dilem dan Kalikatir.

Acara ini dipimpin Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, di Balai Desa Dilem, Gondang, Kamis (14/9). “Banjir bandang yang terjadi pada 26 Maret 2017 lalu di wilayah Dilem, menginisiasi penyusunan program antisipasi bencana alam tersebut. Maka dari itu USAID-APIK menawarkan untuk memfasilitasi penyusunan rencana kontijensi banjir bandang ini.”terang Pung

Sementara Sakerah, tim USAID-APIK regional Jatim mengatakan, saat ini teknologi semakin maju, kejadian yang akan terjadi bisa dideteksi dan diantisipasi. “Seiring perkembangan teknologi, bencana yang akan terjadi bisa diketahui dengan deteksi dini, kecuali gempa.” Ungkap Yopi.

Baca Juga :  Bupati : PAD Kab Mojokerto Didominasi Pajak Daerah mencapai 61,4 %

Untuk mendeteksi dan mengantisipasi bencana, USAID – APIK akan berada di Mojokerto hingga tahun 2020. “Kerjasama dengan Pemkab ini untuk mendeteksi dan mengantisipasi bencana serta menyiapkan masyarakat tangguh menghadapi resiko iklim dan bencana.” Tambah Yopi.

Selain menggelar konsultasi Publik, Tim USAID-APIK bersama Wakil Bupati, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Disperindag juga meninjau infrastruktur diwilayah Gondang. Seperti diketahui, Kabupaten Mojokerto termasuk daerah rawan bencana, khususnya di Musim Hujan rawan Banjir Bandang dan Longsor.(sma/ADV)