Tahun Ini, Pemkot Mojokerto mulai Terapkan Potongan Tamsil

Satu PNS Pemkot dipecat dengan Tidak Hornat

Pemkot Mojokerto tahun ini mulai menerapkan tunjangan tambahan penghasilan (tamsil), PNS terendah akan mendapat tamsil Rp 1,8 Juta sedangkan yang tertinggi bakal meraih Rp 13,2 juta, syarat mendapatkan tamsil ini PNS harus rajin.

Mas’ud Yunus, Walikota Mojokerto saat sidak hari pertama PNS masuk kerja, Selasa (02/01) di RSUD Surodinawan mengatakan, tahun ini tidak ada toleransi bagi PNS bolos atau tidak disiplin, karena sudah diberlakukan tamsil. “Kalau ada yang bolos, ya tamsilnya akan kita potong.” Tegasnya.

Walikota juga menegaskan, penerapan tamsil ini mengacu pada absensi finger print pada disiplin PNS, kalau tidak disiplin selain tamsilnya dikurangi juga akan diberi sanksi, seperti paa tahun 2017, ada satu PNS yang dipecat dan beberapa PNS yang diberi sanksi tegas. ” Tahun 2017 ada satu PNS yang dipecat karena kasus asusila, juga ada yang diberi sanksi berat karena tidak disiplin.” Tambahnya.

Baca Juga :  HDI di Mojokerto Ajang Disabilitas Unjuk Gigi

Sementara mengenai sidak hari pertama PNS masuk kerja, Selasa (02/01). Pemkot menerjunkan tiga tim yang melakukan sidak di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Khususnya di OPD yang punya tugas dinpelayanan.

“Hari ini kita sidak dengan menurunkan tiga tim, tim saya, pak Wawali dan pak Sekda, Secara umum PNS sudah bekerja normal seperti biasanya, tadi di BPPKA ada satu PNS yang izin, karena orang tuanya tadi malam meninggal, di RSUD semua masuk kerja.” Pungkasnya.(sma)