RSUD Kota Mojokerto Menuju Rumah Sakit Pendidikan

Tim Kemenkes RI Lakukan Akreditasi RSU Dokter Wahidin Sudiro Husodo

Tim Akreditasi dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (20/9) melakukan visitasi akreditasi RSU Dokter Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto menuju Rumah Sakit Pendidikan. Kedatangan tim dari Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI) dan Asosiasi dari Institusi Pendidikan Kedokteran (AIPKI) serta dari Kementerian kesehatan ini disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati di Ruang Nusantara, Kantor Wali kota Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, ada 5 standar penilaian yang meliputi visi misi dan komitmen di bidang pendidikan, manajemen dan administrasi pendidikan, Sumber daya Manusia, sarana penunjang pendidikan, perancangan dan pelaksanaan program pendidikan klinik yg berkualitas.

Ketua Tim Surveyor Akreditasi RS Pendidikan Ester Marini Lubis mengatakan, tujuan penetapan RS Pendidikan ini untuk menjamin pelayanan pendidikan dan penelitian yang bermutu, menjamin pelayanan kesehatan yang mengutamakan keselamatan pasien dan memberikan perlindungan serta kepastian hukum. “RS pendidikan harus mampu memberi pelayanan yang berkualitas, pendidikan yang inovatif, pengembangan teknologi serta melakukan penelitian yang bersifat translational,” ungkapnya.

Di Indonesia, ada sekitar 386 rumah sakit yang menyelenggarakan pendidikan, namun baru 100 yang sudah ditetapkan sebagai RS Pendidikan. Dan RSU Dr Wahidin yang menjadi rumah sakit rujukan cukup tepat untuk melakukan pengembangan. “RSU Dr Wahidin harus melakukan penelitian, karena banyak rumah sakit pendidikan yang hanya mengutamakan pendidikan dan pelayanan, tetapi melupakan tentang penelitian,” tuturnya.

Baca Juga :  Tahun Ini, Pemkot Mojokerto mulai Terapkan Potongan Tamsil

Sementara Harlistyati, Sekkot Mojokerto mengatakan, peran rumah sakit pendidikan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Ini sesuai visi Kota Mojokerto, kesehatan dan pendidikan menjadi program utama. Pemkot juga sudah menjalin kerja sama dengan BPJS kesehatan terkait pelayanan kesehatan, dan Kota Mojokerto sudah mencapai UHC 98% bahkan sebelum dicanangkan oleh pemerintah pusat,” terang Harlis.

Dalam acara ini juga dihadiri, Wakil Direktur Perencanaan dan Pendidikan RSUD Kabupaten Sidoarjo, Dewan Pengawas RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Ketua komdik RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, dokter dan pejabat struktural RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo. (sma/ADV)