Pasca 15 Rumah di Kutorejo Mojokerto Diterjang Banjir, Ini Yang Dilakukan Pemda

Bantuan Hanya Sentuh Tiga Kecamatan

Banjir yang menerjang kawasan Dusun Jatisari, Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Jum’at petang (18/01). Hingga membuat 15 rumah rusak, 4 diantraanya hanyut tak tersisa, mobil dan motor juga hanyut membuat pemda harus mengambil langkah cepat. Diantaranya dengan memberi sejumlah bantuan.

Informasi yang dihinpun suaramojokerto.com, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto mulai menyalurkan bantuan kepada korban banjir di sejumlah wilayah. Bantuan tersebut berupa sembako, matras serta tenda semi permanen yang terbuat dari terpal.

Abdul Shokib, Kasi Perlindungan sosial dan bencana Dinsos Kabupaten Mojokerto mengatakan, untuk tahap pertama, bantuan diberikan kepada 15 warga Dusun Jatisari yang terdampak banjir bandang dan menghanyutkan empat rumah serta mobil.

“Bantuan ini berupa matras, selimut, pakaian layak, juga tenda gulung yang terbuat dari terpal bagi rumah warga yang hilang di terjang banjir bandang. ” ungkapnya.

Shokib juga mengatakan, selain Kecamatan Kutorejo, Dinsos juga bakal memberikan bantuan yang sama di beberapa kecamatan yang terdampak, seperti di kecamatan Pacet dan Bangsal yang kemarin malam terendam banjir hingga setinggi dada.

“Untuk sementara hanya tiga kecamatan dulu. Kalau di Kecamatan Ngoro kerusakan rumah warga tidak terlalu parah. Sebagian besar berupa longsor batu dan sudah ditangani BPBD bersama tim gabungan,” terangnya.

Baca Juga :  Pagar Tribun Stadion Gajah Mada Mojokerto Ambruk, Kok Bisa ?

Sementara, Ngatimah (40), pemilik rumah yang hanyut tak tersisa mengatakan, untuk sementara dirinya dan keluarga akan tinggal di rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi rumahnya.

Ngatimah juga menceritakan, saat kejadian banjir bandang, di rumahnya ada empat orang dan air datang setinggi perut orang dewasa. “Saya di rumah empat orang, kedua orang tua saya di sebelah dijemput adik. Rumah habis semua, alhamdulilah semua bisa keluar meski tidak sempat menyelamatkan barang,” ungkapnya.

Ngatimah juga mengatakan, sejak 15 tahun tinggal di Dusun Jatisari, Desa Gedangan ini, banjir yang terjadi jum’at lalu merupakan banjir yang terparah. “Dulu pernah banjir, tapi tidak separah saat ini,” tambahnya.

Meski demikian, dirinya dan keluarga bersyukur bisa menyelamatkan diri, dan juga berterimakasih kepada Pemkab Mojokerto yang sudah memberikan bantuan.(fam/udi)

Baca juga :