Proses Pencarian Korban Tenggelam, Terkendala Derasnya Arus Sungai Brantas Mojokerto

Ahmad Islafudin (21) asal Dusun Krajan, Desa Jetak, Kecamatan Montang, Kabupaten Tuban yang melakukan pekerjaan pengencangan baut dan terjatuh di aliran sungai brantas, atau tepatnya di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, terus dilakukan pencarian.

Informasi yang dihimpun, di hari ke tiga ini proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan, diantaranya Basarnas BPBD, potensi relawan Mojokerto serta dari BPBD Tuban. Kali ini team fokus pencarian di darat dan air serta lokasi -okasi yang di curigai.

Team LCR Basarnas dan BPBD Tuban melakukan pencarian ke arah sisi kiri dari Jembatan Desa Tanjang sampai jembatan arteri Porong. Team tiga dari BPBD Mojokerto melakukan penyisiran dari jembatan Desa Tanjang ke arah barat menuju tempat kejadian musibah.

Sedangkan team darat yang terdiri dari potensi relawan Mojokerto dan Sidoarjo melakukan penyisiran di lokasi lokasi yang dicurigai, mulai jembatan lokasi awal korban jatuh, DAM di Desa Tanjang Anom Bulang, Jembatan arteri, hingga muara sungai brantas.

” Kita sudah sejak kemarin melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang di curigai, sesuai dengan prediksi team. Tidak hanya itu, para relawan juga melakukan pemantauan di darat untuk mempercepat pencarian agar segera di temukan. Namun hingga kini masih belum di temukan,” kata Johan Suptadi, Operation Search Comander SAR Surabaya.

Kata Johan, kendala utama dalam proses pencarian korban yakni derasnya aliran sungai. ” Derasnya arus, sangat berpengaruh pada posisi jenazah, terhentinya sirkulasi darah dan jantung korban, apakah langsung ke dasar sungai atau mengambang antara permukaan serta dasar sungai. Jika jenasah pada posisi demikian, maka jenasah bisa jadi sudah jauh, ” paparnya.

Selain itu, menurut Johan, jika lebih dari 12 jam, maka korban biasanya akan mengapung dan mengikuti arus sungai. “Namun melihat karakter dari sugai Brantas, biasanya setelah 24 jam jenazah baru berada di permukaan sugai,” tandasnya.

Dalam kejadian ini, Ahmad Islafudin tiba-tiba terpeleset terjatuh dan tenggelam ke dalam aliran sungai Brantas, saat melakukan pekerjaan pengencangan baut jembatan di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto Selasa lalu (9/4/2019).

Salah satu teman korban bernama Hariyanto berusaha menolong dengan cara melompat ke sungai. Namun, korban tidak dapat tertolong, karena saat itu arus sungai cukup kencang.  (adm/ats)

Iklan suaramojokerto.com
advertisementBaca juga :