Dinkes Mojokerto : Perkiraan Keluarga Keracunan Massal Karena Sambel Petis

Peristiwa keracunan massal yang menimpa keluarga Heri (55), warga asal Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto setelah menyantap bekal yang dibawa rekreasi ke Telaga Sarangan harus menjadi perhatian semua masyarakat. Karena bisa terjadi pada siapa saja yang mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, dari 14 anggota keluarga yang mengkonsumsi bekal saat rekreasi keluarga pada Sabtu (08/06) malam, ada 7 orang yang diduga keracunan dan satu diantaranya meninggal dunia.

Yuliatin, salah satu keluarga korban mengatakan, bekal yang sudah dibawa saat rekreasi ada beberapa macam, mulai dari nasi rawon, petis, semangka, teh celup, kopi kemasan, hingga aneka kue lebaran.

Mereka makan bersama pada Sabtu sekitar pukul 20:00 WIB, dua jam kemudian 7 orang merasa mual-mual, muntah dan pusing.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Indah Wahyu mengatakan sejauh ini, penyebab keracunan yang menimpa 7 orang tersebut, bahkan satu diantaranya meninggal dunia masih belum bisa diketahui secara pasti. Namun pihaknya menduga yang membuat keracunan adalah sambel petis yang diduga sudah basi.

Indah juga mengatakan, pihak dinkes sudah memintai keterangan terhadap pihak keluarga terkait makanan apa saja yang telah dikonsumsi, termasuk sambel petis yang dibuat pada hari Rabu sebelum berangkat.

Baca Juga :  Terjunkan Tim, Dinkes Mojokerto Teliti Penyebab Keracunan Massal 46 Warga

“Kemungkinan basinya di sambal petis. Mereka membawa sambal petis untuk dimakan dengan tahu. Sambal itu dibuat Rabu (5/6),” ungkapnya usai melakukan pemeriksaan di RS Sakinah.

Masih kata Indah, awalnya diduga penyebab keracunan satu keluarga ini adalah nasi rawon yang mereka bawa dari rumah. Namun setelah diselidiki, kuah rawon dibuat pada Jumat (7/6) sehingga kecil kemungkinan menjadi basi.

Namun untuk memastikan makanan yang mengandung zat berbahaya penyebab keracunan, pihaknya terkendala sudah tidak adanya sisa makanan yang bisa digunakan sampel untuk diteliti di laboratorium.

“Makanan sudah habis semua. Muntahan korban juga sudah selesai, juga sudah tidak diare setelah ditangani di sini (RSI Sakinah),” pungkasnya.

Seperti diketahui, satu keluarga asal Pulorejo keracunan massal saat mengkonsumsi bekal yang dibawa rekreasi ke Telaga Sarangan. Satu korban meninggal dunia atas nama Wagimin (66). Sebelum meninggal, korban sempat terjatuh di kamar mandi.(fam/udi)

Baca juga :