Arak-Arakan 73 Tumpeng dan Bantengan Ramaikan Puncak HUT Bhayangkara ke-73 di Mojokerto

Dalam puncak Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-73, Polres Mojokerto menggelar berbagai rangkaian acara, mulai mengarak 73 tumpeng hingga pertunjukan kesenian bantengan.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, sebelum digelarnya atraksi kesenian Bantengan di lapangan Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, terlebih dulu pasukan Bhayangkara mengarak sebanyak 73 tumpeng bersama Dewan Pelestarian Adat Mojopahit.

Setelah sampai lapangan Sumengko, tumpeng dimakan bersama masyarakat. Setelah itu dilanjutkan dengan kesenian Bantengan Gus Bas yang merupakan tradisi budaya Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/7/2019).

Kompol Toni Sanjaka, Waka Polres Mojokerto mengatakan, puncak HUT Bhayangkara ke 73, telah menggelar beberapa kegiatan dengan diakhiri pesta rakyat yang menyuguhkan kesenian Bantengan kepada masyarakat.

Sebelum kirab yang dilaksanakan di Jatirejo, Polres Mojokerto juga menggelar doa bersama dengan budayawan di Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Kemudian dilanjutkan tasyakuran yang dimulai dengan kirab pasukan Bhayangkara yang membawa 73 tumpeng.

Dalam doa bersama, pihaknya berharap situasi di wilayah Mojokerto tetap aman dan kondusif terlebih untuk persatuan Indonesia.

Baca Juga :  35 Bikers diamankan Polres Mojokerto, Motor pakai Ban Kecil

Menurutnya, kirab 73 tumpeng yang tengah di arak oleh pada puncak HUT Bhayangkara memiliki arti tersendiri, yakni menyamakan dengan hari Bhayangkara ke-73.

Pada puncak HUT Bhayangkara ke 73, Polres Mojokerto menutup dengan kesenian Bantengan dan panjat pinang. Diharapkan, Polres Mojokerto terutama dan polisi Indonesia pada umumnya bisa melaksanakan tugas lebih baik lagi.

“Profesional dan lebih dekat dengan masyarakat serta agar situasi wilayah Mojokerto, Jatim dan Indonesia berjalan lancar, sehingga masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dengan lancar. Begitu juga Polri bisa menjalankan kegiatan dengan aman dan terkendali,” jelasnya.

Dalam HUT Bhayangkara ke 73, Polres Mojokerto melibatkan budayawan dengan mengambil sejarah Mojokerto. Yakni Mojopahit yang dulu memiliki pasukan Bhayangkara, sehingga diharapkan pasukan Bhayangkara yang dulu bisa bekerja baik bisa diambil hikmahnya. (adm/ats)

Baca juga :