Karena Korsleting Listrik, Pemilik Gudang Tisu di Mojokerto Rugi Rp 1 Miliar

Kebakaran di Mojokerto

Kebakaran yang menimpa gudang tisu dan pampers milik Erna Widyastutik di kawasan Desa/Kecamatan Pungging, Mojokerto diduga karena korsleting listrik. Karena gudang berisi limbah Tisu, Kardus dan beberapa barang mudah terbakar, akhirnya seluruh isi gudang hangus jadi arang.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, kebakaran gudang besar berukuran 17×45 meter ini sempat membuat warga sekitar panik itu terjadi sejak pukul 02:00 WIB dan api berhasil dipadamkan setelah 4 jam lebih, sekitar pujul 06:45 WIB.

Beberapa warga di sekitar gudang juga sudah mengeluarkan barang-barang berharga miliknya karena khawatir api yang begitu besar akan merembet ke rumahnya.

Hingga pukul 09:30 WIB juga masih terlihat tiga unit mobil PMK masih melakukan pembasahan di lokasi kebakaran untuk memastikan api benar-benar padam.

Erna Widyastutik, pemilik gudang mengaku kerugian yang doderitanya akibat kebakaran ini sekitar Rp 1 miliar. “Hari senin itu barang-barang baru datang semua. Jadi isi gudang full,” ungkapnya.

Sementara Andik Suryono, pengelola gudang mengatakan, barang yanh ada di dalam gudang diantaranya tisu afkir, kardus, gelondong dari karton, plastik dan batang bekas industri lainnya. “Memang semuanya mudah terbakar,” ujarnya.

Baca Juga :  Gudang Bahan Sablon di Mojokerto Lider Terbakar, Dua Pekerja Jadi Korban

Kebakaran gudang tisu ini sudah ditangani pihak kepolisian dan tidak ada korban jiwa. Petugas juga sempat mendatangkan empat unit PMK dan satu ambulance.(sma/udi)

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, peristiwa kebakaran gudang milik Sudarman warga Pungging RT.02 RW 04 ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Di dalam gudang tersebut berisi Tisu dan Pempers, sehingga mudah terbakar.

Ninik warga setempat mengatakan, kebakaran tersebut diketahui saat menjelang subuh dan api sudah besar membakar hampir semua bangunan gudang. “Yang terbakar ini gudang pampers,” katanya.

Kebakaran yang menimpa gudang Tisu juga membuat warga khawatir api merembet ke rumah warga sekitar. Ada tiga unit mobil PMK yanh dikerahkan untuk memadamkan dan melokalisir api agar tidak merembet.

Di lokasi kebakaran sejak subuh sudah dikerumuni warga, bahkan ada yang menyiarkan langsung di media sosial. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan tidak ada korban jiwa.(sma/udi)

Baca juga :