Miris, 5 Kelas SMKN di Mojokerto Nyaris Roboh, Begini Kondisinya

SMKN 1 Jetis Mojokerto.Memperihatinkan

Suasana cukup memprihatinkan terjadi di SMKN 1 Jetis, Mojokerto. Betapa tidak, ada sejumlah kelas yang kondisinya rusak cukup parah dan di biarkan tidak di pakai untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, dari 13 ruang kelas yang ada, 5 diantaranya tidak bisa digunakan karena nyaris roboh. 5 ruang kelas yang rusak itu berada di bagian belakang, seperti 3 ruangan yang nampak mengalami kerusakan cukup parah.

3 ruangan kelas yang berukuran kurang lebih 5×8 meter itu sudah tak lagi ada bangku kelas. Bahkan, hanya tinggal puing-puing plafon bangunan yang runtuh dan tembok yang berlubang hingga 2 meter. Selain itu kondisi lantai juga tak lagi utuh.

Ladi, Kepala SMKN 1 Jetis mengatakan, ada 13 ruangan kelas yang mengalami kerusakan, mulai kategori parah hingga ringan. ” Ada 5 ruangan yang tak lagi kita gunakan, dan 8 ruangan yang mengalami rusak ringan masih kita gunakan,” katanya, Selasa (29/4/2019).

Menurutnya, 5 ruangan kelas yang rusak cukup parah itu sudah 2 tahun tak lagi digunakan. Bahkan, tembok pembatas antar kelas roboh dan berlubang juga atap runtuh. Sedangkan 8 ruang kelas lainnya masih layak dan tetap digunakan. ” Karena kami khawatir, para siswa jadi korban kalau sampai ambruk,” tandasnya. Kata Ladi, kerusakan disebabkan oleh kontur tanah yang bergerak, sehingga menyebabkan 13 ruang sekolah rusak-rusak.  Dia juga bilang, pihak sekolah jauh-jauh hari sudah mensiasati dengan cara lain, agar para siswa siswi tetap bisa fokus pada pelajaran.

Baca Juga :  Brangkas SMKN 1 Pungging Mojokerto Dirampok, Uang Siswa Rp 500 juta Amblas

” Sejak tidak digunakannya 5 kelas yang mengalami rusak berat, sekolah menggunakan sistem Movingclass. Artinya ruangan kelas yang di tinggal oleh siswa lain praktik, itu digunakan oleh siswa siswi yang masih mendapat teori,” terangnya.

Ladi mengaku, sudah mengusulkan kepada pihak terkait dalam hal ini Direktorat SMK. ” Berdasarkan masukan Direktorat Pendidikan Jawa Timur Subdit Sarana, kalau memang kondisi sudah rusak 40 persen lebih, tak usah lagi direhab,” ucapnya.

Sekedar informasi, SMKN 1 Jetis tersebut berlokasi di jalan raya Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Sekolah itu berdiri sejak 2005 lalu, dan sekarang memiliki sekitar 1.313 siswa. (adm/ats)

Baca juga :