Stok Darah di PMI Kota Mojokerto Mulai Menipis, Golongan AB Terancam Habis

Pada bulan Ramadhan ini, stok darah di UTD PMI Kota Mojokerto mulai menipis. Jumlah pendonor ternyata menurun cukup banyak, jika dibandingkan hari-hari biasa.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, khusus untuk golongan darah AB terancam habis. Hal itu disebabkan karena menurunnya jumlah pendonor selama bulan Ramadhan.

Yanuar Hardianto, Humas UTD PMI Kota Mojokerto mengatakan, pihaknya sudah antisipasi dengan memperbanyak stok darah sebelum bulan ramadhan. Bahkan, awal Mei lalu mampu terkumpul 1.000 kantong lebih. “ Tapi, permintaan selama puasa juga mengalami kenaikan,” terangnya.

menurutnya, selama bulan puasa ini terjadi kenaikan sebanyak 5 persen. Kalau hari biasa rata-rata permintaan sejumlah 50 kantong per hari, namun saat ini meningkat menjadi 55 -60 kantong per hari.

Meski lonjakan belum signifikan, tingginya permintaan ini membuat UTD PMI Kota Mojokerto cukup kewalahan. Sebab, pendonor mengalami penurunan cukup banyak dalam bulan puasa ini.

Baca Juga :  DPRD Kota Mojokerto Minta Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Dalam sehari, rata-rata hanya ada 15 pendonor yang secara sukarela datang ke kantor di jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto. jumlah itu hanya separo dari pendonor pada hari biasanya.

Kata Yanuar, stok darah hanya tersisa sekitar 359 kantong per tanggal 17 Mei 2019. Dari jumlah itu, paling beresiko terjadi kekosongan yakni golongan AB. “ Hari ini (kemarin) hanya tersisa 8 kantong,” tandasnya. (adm/ats)

Baca juga :