Pohon Raksasa di Wisata Jolotundo Mojokerto Tumbang, Food Court Hancur

Angin kencang yang menerjang wilayah Mojokerto sejak beberapa hari yang lalu menyebabkan sebuah pohon besar di kawasan wisata Jolotundo, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto roboh dan menimpa sebuah food court milik Disparpora.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, peristiwa ini terjadi Selasa (14/0819). Pohon jenis Gondang dengan panjang kurang lebih 60 meter tiba-tiba ambruk dan menimpa food court yang belum diresmikan.

Diduga akibat angin kencang menyebabkan sebuah pohon besar dikawasan wisata Jolotundo, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto tumbang, Selasa (13/08/2019). Akibatnya sebuah food court milik Disparpora tertimpa pohon.

Patekan (47) salah seorang warga sekitar mengatakan, pohon dengan panjang kurang lebih 60 meter yang tumbang itu berjenis Gondang. Angin kencang dikawasan wisata Jolotundo diduga sebagai penyebabnya. ” Pohonnya kelihatan juga sudah rapuh, ditambah anginnya secara spontan menimpa bangunan,” ucapnya.

Bangunan milik Disparpora Kabupaten Mojokerto yang baru dibangun dengan luasan kurang lebih panjang 20 meter lebar 15 meter dan belum diresmikan ini, rencanaya akan digunakam sebagai Food Court untuk wisatawan Petirtaan Jolotundo.

Bangunan itu mengalami rusak parah dibagian atap. Sedangkan dibagian dalam kondisi atap bangunan dan plafon nampak porak poranda.

Sementara itu, Heru Utomo, pengelolaan Wanawisata Petirtaan Jolotundo mengatakan, pohon yang tumbang sekaoigus menimpa bangunan food court milik Disparpora Kabupaten Mojokerto itu terjadi pada Selasa kemarin (13/08/19) sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca Juga :  Peringatan Dini BMKG, Mojokerto Rawan Angin Kencang dan Pohon Tumbang

Angin kencang tiba-tiba merobohkan pohon. “Sejak kemarin pagi memang cukup kencang anginnya, bahkan sempat ada hujan, kemudian tiba-tiba pohon roboh,” katanya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tapi menyebabkan kerugian material. Menurutnya, bangunan food court di kawasan wisata Jolotundo milik Disparpora ini menelan anggaran hingga Rp 2,5 Milyar. ” Kerusakannya mencapai 30 persen, pembangunan sendiri baru selsai akhir 2018 dan ini belum serah terima,” terangnya.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Disparpora dan Perhutani untuk menindaklanjuti kejadin ini.

Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, sesuai prediksi BMKG sejak beberapa hari terakhir di Jawa Timur, angin kencang mencapai 40/50 Km perjam.

” Termasuk menyebabkan robohnya pohon dikawasan wisata petirtaan Jolotundo, yang menimpa bangunan milik Disparpora Kabupaten Mojokerto,” tuturnya.

Saat ini team BPBD bersama pihak yang bersangkutan melakukan proses evakuasi pohon tumbang dikawasan Petirtaan Jolotundo. (adm/ats)

Baca juga :