Peringatan Dini BMKG, Mojokerto Rawan Angin Kencang dan Pohon Tumbang

Cuaca ekstrim berpotensi terjadi di Mojokerto. Baik hujan deras hingga angin kencang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Timur termasuk Mojokerto pada Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut BMKG, di wilayah Mojokerto yang rawan dan berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat di wilayah-wilayah Dlanggu, Kutorejo, Trawas dan Pacet.

Sementara Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muhammad Zaini, menghimbau agar masyarakat untuk tetap waspada adanya angin kencang di Kawasan Kabupaten Mojokerto. “Angin kencang diprediksi terjadi hingga tiga Minggu kedepan,” ungkapnya.

Zaini juga mengatakan, sesuai dengan prediksi BMKG dan BPBD Pemprov Jawa Timur angin kencang terjadi secara merata hampir semua wilayah di Indonesia termasuk di Mojokerto.

“Kecepatan angin rata rata mencapai 40 sampai 50 perjam, kondisi ini tentu tidak biasa, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya,” tambahnya.

Kata M Zaini, hal yang harus diwaspadai adalah adanya potensi pohon tumbang. Apalagi, wilayah Mojokerto banyak terdapat pohon besar di pinggir jalan dan sekitar rumah penduduk. “Oleh karenanya, lebih baik mewaspadai dan menebang pohon yang sudah terlalu besar dan berpotensi rubuh,” katanya.

Baca Juga :  Pohon Raksasa di Wisata Jolotundo Mojokerto Tumbang, Food Court Hancur

Selain itu, warga juga diimbau agar selalu waspada ketika memarkir mobil ataupun kendaraan agar tidak ditempatkan di bawah pohon. “Selain pohon, benda-benda yang rawan rusak saat angin kencang terjadi adalah banner, baliho, dan tiang listrik,” katanya.

Selain waspada angin kencang, warga juga diminta waspada kebakaran dengan tidak membakar di tempat sembarangan. Karena api bisa cepat merambat dengan tiupan angin dan bisa menyebabkan kebakaran.

Seperti diketahui, peristiwa SDN di Ngoro terbakar akibat pembakaran sampah dan kejadian pohon tumbang di wisata Petirtaan Jolotundo yang memporakporandakan Food Court senilai Rp 2,5 miliar juga disebabkan angin kencang.(sma/udi)

Baca juga :