Awas, Aksi Jambret Mulai Marak di Mojokerto, Ini Incarannya

Aksi penjambretan mulai marak di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dalam seminggu sudah dua kali terjadi dengan sasaran para perempuan.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, aksi yang terbaru terjadi pada Rabu (09/12/2020) sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan S Parman, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari.

Korban Endang Susilowati, (55) warga Dusun/Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Saat itu dia bersama anaknya, dan cucunya yang masih bayi akan membeli sarapan di warung dengan mengendarai motor.

“Saat hendak belok ke warung, tiba tiba ada orang yang merebut kalung saya. Otomatis, saya langsung meringkuk dan memeluk erat cucu saya. Untung saya ndak jatuh,” terangnya.

Akibat kejadian ini, Endang Susilowati kehilangan kalung emas seberat 16 gram seharga sekitar Rp 8 juta. Kata dia, kejadiannya begitu cepat dan pelaku seperti sudah proffesional.

“Jambretnya ndak narik kalung saya, kalau ditarik bisa jatuh dari motor. Dia kayak tau posisi kaitnya kalung itu dimana, terus dibuka pakai tangan kirinya,” ungkapnya.

Sementara saat beraksi, pelaku mengendarai sepeda motor Satria FU warna hitam dan pelaku mengenakan masker hitam, helm hitam, dan wajahnya agak gemuk.


Sebelumnya, aksi penjambretan terjadi di lokasi yang sama pada Selasa (8/12) sekitar pukul 08.00. Pelaku berhasil menggondol gelang emas, saat korban berkendara sambil menggendong balita lalu dijambret.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra meminta agar korban penjambretan melapor ke pihak kepolisian agar bisa segera ditindak lanjuti.

”Kami arahkan korban untuk membuat laporan dulu untuk segera kami tindak lanjuti. Karena TKP dan rumah korban dekat dengan mapolres, kami arahkan untuk melapor ke Satreskrim Polres Mojokerto,” tandasnya.(sma/udi)

Baca juga :