Sidak Kesiapan PTM di 77 Sekolah di Kota Mojokerto. Ini Hasilnya.

Menjelaskan pelaksanaan tatapmuka 77 sekolah mulai dari jenjang SD-SMP di Kota Mojokerto, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meninjau kesiapan sejumlah sekolah.

Dalam sidaknya, Ning Ita meminta setiap sekolah yang bersiap melakukan Pelajaran Tatap Muka (PTM) supaya tetap mengedepankan protokol sesuai dengan aturan. Mulai dari penyiapan sarana cuci tangan pakai sabun yang memadai, pengaturan kursi di ruang kelas, sekat meja serta kebersihan lingkungan sekolah.

Dalam sidak bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Mentikan 2, SDN Mentikan 4 dan SDN Kauman 1.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, hasil sidak kali ini seluruh sekolah SD maupun SMP Negeri di Kota Mojokerto yang akan mengelar PTM sudah dilengkapi sarana prasarana yang baik. Diantaranya, setiap kelas sudah dilengkapi LCD untuk pembelajaran serta CCTV yang bisa di koneksikan ke handphone para orang tua.

“Tentu nanti ada persyaratan jika sudah diberlakukan kembali sekolah tatap muka. Protokol kesehatan secara ketat wajib diberlakukan, menggunakan masker dan siswa tidak boleh melebih 50 persen dalam satu kelas, dan yang terpenting Mereka yang sudah mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam pelaksanaan PTM nanti, Pemerintah Kota Mojokeo akan menerjunkan Satgas Covid-19 tingkat Kelurahan serta Kecamatan untuk ikut memantau pelaksanaan PTM terbatas saat pandemi.

“Yang dipantau adalah SOP serta pelaksanaan prokesnya. Dimulai saat siswa itu masuk ke gerbang sekolah, duduk di ruang kelas hingga mereka pulang kembali dengan dijemput orang tuanya maupun menggunakan bus sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Amin Wachid mengatakan
sekolah SD maupun SMP sudah melaporkan kesiapannya masing-masing dalam pelaksanaan PTM yang ada di gelar pada 30 Agustus mendatang.

Ia menuturkan, mekanisme PTM tetap sama dengan beberapa waktu lalu. Jumlah siswa dalam satu kelas dibagi menjadi dua tahap pembelajaran.

’’Pembelajaran PTM SD selama 2 jam 15 menit dan SMP 2 jam 45 menit tanpa istirahat, kegiatan olahraga, maupun kantin,’’ ujarnya.

Nantinya, setiap pergantian gelombang, akan diberi waktu selama satu jam untuk kegiatan sterilisasi. Tak hanya itu, para guru wajib mengenakan masker lengkap dengan face shield. Sedangkan murid memakai masker yang telah disiapkan selama berada di sekolah.

’’Kita tetap melakukan pengumpulan izin orang tua melalui kuesioner. Sekolah tetap melayani siswa yang tidak diizinkan wali murid ikut PTM dengan pembelajaran moda daring,’’ tandasnya.(fad/Sam)

Baca juga :