Tiga Mega Proyek di Kota Mojokerto Terganjal dan Molor Lagi

GMSC, Kecamatan Kranggan dan Gedung PENS

Rencana pembangunan tiga mega proyek di Kota Mojokerto yang diharapkan bisa dilakukan percepatan ternyata terganjal masalah administrasi, akibatnya tiga proyek prestisius ini terancam molor.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, tiga mega proyek ini totalnya mencapai Rp 27 miliar dan sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu, seperti GMSC, Kecamatan Kranggan dan PENS.

Agoes Heri Santoso, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) mengatakan, perencanaan ketiga proyek ini sudah selesai, hanya terkendala masalah adminsitrasi, sehingga proses lelang tidak bisa dilakukan.

Agus mencontohkan, proyek pengadaan genset GMSC belum bisa dilakukan karena harus membangun rumah gensetnya dulu. Sedangkan proyek gedung pendidikan terkendala tata guna lahan yang masih untuk RTH. “Kendalanya soal administrasi, begitu juga dengan proyek kantor Kecamatan Kranggan, Kalau nanti tidak bisa ya molor sampai tahun depan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Rawan Bocor, Pemkab Mojokerto beli alat E-Ticketing

Sekedar informasi, proyek pembangunan finishing Graha Mojokerto Service City (GMSC) anggarannya senilai Rp 7, 7 miliar, proyek kantor kecamatan Kranggan senilai Rp 7 miliar dan proyek gedung Pendidikan di Pulorejo sebagai pengganti istilah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) senilai 12.7 miliar.(sma)