Siswi SD Dicabuli dan Dibunuh, Polresta Mojokerto Minta Pemkot Atensi BC

Gerakan Anti Kekerasan Pada Anak

Peristiwa sadis yang menimpa Elsa Marsiah (11), siswi kelas 2 SDN Mentikan 6 Kota Mojokerto yang dibunuh lalu dicabuli dan dibuang ke sungai membuat Polres Mojokerto membuat gerakan dan perlindungan terhadap kasus terhadap anak agar tidak terjadi lagi, khususnya di eks lokalisasi Balong Cangkring yang dikenal sebagai daerah merah (rawan).

AKBP Sigit Dani Setyono Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan konsolidasi dengan stakeholder khususnya Pemkot Mojokerto agar memberi perhatian lebih terhadap anak-anak yang ada di lokasi tersebut. “Kita masih kosolidasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agarvaa gerakan antisipatif,” ungkapnya.

Kata Kapolres, uaya ini untuk mendorong semua pihak yang mempunyai tujuan yang sama, yakni melindungi anak kekekerasan dan kejahatan seksual. “Kita mendorong semua elemen agar fokus dan turun ke lokasi, khususnya di Balong Cangkring, yang masuk kategori daerah merah,” tambahnya.

Baca Juga :  Narkoba dan Miras masih Merajalela di Mojokerto

Seperti diketahui, sebelumnya Polres Mojokerto berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan pencabulan yang terjadi di kawasan Balong Cangkring, korban Elsa Marsiah tewas mengenaskan setelah dibunuh, diperkosa dan dibuang ke sungai.

Pelaku diketahui bernama Rosat (48) tetangganya sendiri, warga Balongcangkring, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto yang sempat kabur, hingga akhirnya diringkus di kawasan Stasiun Senen Jakarta setelah ditembak kakinya karena melawan petugas.(fam/udi)

Baca juga :