25 Kasus Bunuh Diri di Mojokerto Didominasi Kaum Pria, Ternyata ini Alasannya

Dipicu masalah ekonomi dan keluarga,

Seorang Kakek Warga Kota Mojokerto Meninggal Bunuh Diri Pada 30 Januari 2019 Lalu

Kasus bunuh diri di Mojokerto dalam beberapa tahun terakhir ini cukup tinggi. Sebagian besar korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Bahkan dalam dua tahun terakhir ini jumlahnya mencapai puluhan.

Data yang dihimpun suaramojokerto.com, sejak tahun 2017 hingga 2019 ini, di Kabupaten maupun Kota Mojokerto tercatat ada kasus bunuh diri. Sebagian besar didominasi pria berusia diatas 40 tahun, dan kebanyakan sudah masuk masa lanjut usia.

Seperti yang dialami seorang kakek bernama Joko Santoso (71) Warga Miji Baru 1, RT 1/RW 1, Kelurahan Miji, Kota Mojokerto ditemukan meninggal gantung diri di teras rumahnya. Hal itu merupakan kasus pertama di awal Januari 2019. Korban nekad gantung diri, karena diduga dipicu masalah keluarga.

AKP Ade Warokka, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto mengatakan, sejak tahun 2017 hingga 2018, Polresta Mojokerto mencatat ada 8 kasus bunuh diri. “Tahun 2017 ada 4 orang yang bunuh diri. Tahun 2018 juga ada 4 orang ditambah awal tahun ini ada satu orang,” ungkapnya.

Menurutnya, para korban mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri dan rata-rata bunuh diri dilakukan di dalam rumah. “Mayoritas menggunakan tali tampar untuk gantung diri. Sisanya menggunakan sarung,” imbuhnya.

Baca Juga :  Terlibat Cinta Segitiga, Warga Mojokerto Nekad Gantung Diri

Kata Waroka, korban gantung diri rata-rata kalangan lansia. Sebanyak 8 orang berusia 60-70 tahun dan satu orang berusia 30 tahun, “Didominasi pria, hanya satu korban wanita,” terangnya.

Sementara itu, AKP Muhammad Solikhin Fery, Kasatreskrim Polres Mojokerto mengatakan, jumlah korban bunuh diri di Kabupaten Mojokerto tahun 2017 sampai 2018 mencapai 16 kasus. “Di tahun 2017 ada 6 kasus bunuh diri. Tahun 2018 ada 10 kasus dan Tahun 2019 ini belum ada kasus bunuh diri,” jelasnya.

Kata Fery, seluruh kasus bunuh diri dilakukan dengan cara gantung diri, namun lokasinya bervariatif, seperti di kamar, dapur, kebun dan kandang ternak.

Sementara mengenai motiv gantung diri, menurut feri, berdasarkan keterangan saksi-saksi sebagian besar dipicu masalah ekonomi, masalah keluarga dan masalah penyakit yang tidak kunjung sembuh.(adm/ats)

Baca juga :