BPBD : Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Mojokerto Sampai 5 Mei Nanti

Foto : Ilustrai Cuaca Saat Turun Hujan

Cuaca ekstrem masih mengintai wilayah Jawa Timur, termasuk wilayah Kabupaten Mojokerto. hal itu sesuai prakiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, masyarakat dihimbau selalu waspada,  karena cuaca ekstrem masih mengintai. Sehingga segala bentuk bencana masih bisa terjadi.

” Kita menghimbau hingga tanggal 5 Mei 2019, masyarakat selalu berwaspada akan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Mojokerto. Sebab hingga awal puasa di Jawa Timur masih akan ada hujan terlebih di kabupaten Mojokerto,” terangnya.

Kata Zaini, sesuai surat edaran BMKG musim kemarau sebenarnya masuk bulan April. Tapi kondisi bisa saja berubah-ubah. ” Sudah di perkirakan pada bulan April masuk musim kemarau. Namun dengan melihat kondisi hingga tanggal 5 mendatang, Kabupaten Mojokerto masih akan di landa hujan,” tandasnya.

Menurut Zaini, masyarakat dihimbau selalu waspada dan sadar sejak dini. Sebab potensi bencana khusunya banjir dan tanah longsor bisa terjadi dimana saja.

Berita Terkait :  Sungai Lamong Meluap, 3 Desa di Mojokerto Banjir dan 30 Hektar Sawah Terendam

Seperti pada awal tahun di Kecamatan Kutorejo dan tanggul Jebol di aliran Sungai sadar yang menghabiskan hektaran sawah milik warga hingga gagal panen pada beberapa hari lalu. ” Di tambah saat ini akibat luapan air dari sungai Lamong yang menyebabkan puluhan rumah dari 2 Desa di Kecamatan Dawarbladong, Mojokerto terendam.” tandasnya.

Zaini juga mengatakan, genangan setelah turun hujan disebabkan beberapa hal, diantaranya serapan air semakin kecil karena banyaknya lahan yang sudah beralih fungsi dan berkurang. Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat untuk kepedulian terhadap lingkungan. (adm/ats)

Baca juga :