Banjir Semakin Tinggi, Warga 2 Dusun di Mojokerto Mengungsi

Akibat banjir luapan avur sungai gunting, sejunlah warga 2 Dusun di Desa Tempuran Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mulai mengungsi, Sabtu (4/5/2019)

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, mereka memilih berpindah ketempat saudara dan kerabat yang dinilai aman dari genangan air yang terjadi sejak 4 hari terakhir. Meski kondisi banjir, ternyata masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah mereka.

Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, sejak pagi BPBD di bantu kurang lebih 12 relawan di Jawa Timur untuk evakuasi sejumlah warga yang rumahnya tergenang air akibat luapan avur Sungai Gunting.

Bahkan, sejumlah hewan ternak milik warga juga di evakuasi ke tempat yang lebih aman. Termasuk membantu mengevakuasi masyarakat yang berusia lanjut.

” Hingga sampai saat ini terdata sebanyak 369 rumah yang terdampak di dua Dusun, dengan jumlah jiwa sebanyak 2.634. namun sebagian warga yang mengisi lebih memilih berpindah ke rumah saudara dan rekan yang tak terdampak banjirdan ada juga yang memilih bertahan di rumah masing-masing, ” terangnya.

Menurut Zaini, BPBD juga menyediakan 4 lokasi pengungsian bagi warga yakni 3 balai desa dan gedung TPQ di sekitar lokasi banjir.

” Ada di gedung TPQ, di situ bisa menampung 200 sampai 300 orang, di balai Desa Ngingasrembyong bisa menampung 200 orang, Balai desa Tempuran 200 orang dan balai desa Pendowo 500 orang. Kita juga sudah siapkan semua sarana seperti selimut hingga karpet juga logistik,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Jam Diguyur Hujan, 3 Rumah di Mojokerto Banjir Lumpur

Petugas juga mendirikan posko kesehatan, Posko kemanan dan dapur umum yang di dirikan oleh Dinas Sosial. Sebab, debit air semakin tinggi untuk menangani warga yang masih memilih bertahan di rumah masing-masing. BPBD yang di bantu relawan akan berusaha melakukan pendekatan agar bisa berpindah tempat yang lebih aman.

” Kita akan lakukan pendekatan kepada warga yang engan mengungsi. Nanti kalau batas maksimal yang masuk ke rumah warga melebihi batas yang di tentukan kita mau tidak mau akan kita paksa. Dari pada terjadi hal-hal yang tak di inginkan,” tandasnya.

Sampai saat ini langkah yang di ambil oleh pemerintah yakni melakukan koordinasi dengan instansi terkait. ” Kemarin kita sudah berupaya dan kita rapatkan bersama instansi terkait, dan hasilnya kita mendorong BBWS segera melakukan evaluasi normalisasi sungai,” pungkasnya. (adm/ats)

Baca juga :