Terjebak Banjir di Mojokerto, Ibu Hamil Terpaksa Dievakuasi Naik Perahu Karet Dikawal Bidan

Sejumlah petugas melakukan evakuasi terhadap Ibu Hamil (Bumil) dari kepungan banjir di kawasan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Senin siang (6/2/2019).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, bumil itu terpaksa dievakuasi dari kepungan banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Mojokerto atau tepatnya di perumahan Griya Sooko Asri, Dusun Bekucuk setelah sempat mengalami kejang-kejang.

Sejumlah bidan dan perawat bergegas berangkat ke rumah bumil itu, serta di kawal petugas BPBD dan para relawan. Mereka menerjang banjir sepaha orang dewasa dengan menempuh jarak sekitar 1 Km dari posko kesehatan.

Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengatakan, bumil itu bernama Sherli Asih (40). Dia langsung dibawa ke posko kesehatan banjir, kemudian dirujuk ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

” Setelah kita periksa, ternyata ibu ini bukan mau melahirkan. Melainkan usia kehamilannya masih 7 bulan, tapi dia mengalami kejang-kejang,” katanya di posko kesehatan.

Baca Juga :  Meski Dapat Instruksi Dari Gubernur, DAM Sipon Mojokerto Belum Dibersihkan Oleh BBWS Brantas

Kata Didik, bumil yang di evakuasi tak hanya kali ini saja mengalami kejang-kejang. Pada Sabtu lalu (4/5), wanita berhijab itu juga sempat menjalani opname di rumah sakit karena kondisi serupa. Saat itu banjir juga sedang merendam tempat tinggal Asih.

“Kebetulan ini kehamilannya yang ke tujuh, tergolong risiko tinggi. Maka kami evakuasi ke rumah sakit supaya dicek kondisi janinnya,” tandasnya. (adm/ats)

Baca juga :