Razia Rumah Kos, Pol PP Mojokerto Amankan 4 Pasangan Selingkuh dan ABG

Razia rumah kos di Mojokerto

Satpol PP Kota Mojokerto terus menggelar razia penertiban rumah kos untuk mencegah penyalahgunaannya. Baik dipakai ajang prostitusi terselubung maupun peredaran narkoba.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, razia gabungan yang dilakukan bersama jajaran dari Polisi Militer, BM, BNN dan TNI/Polri pada Minggu malam (14/04) berhasil menemukan 4 pasangan selingkuh yang kepergok di dalam kamar kos.

Selain itu, Satpol PP juga mengamankan dua pasangan yang masih belia yang juga di dalam satu kamar. Keduanya tak mampu menunjukkan identitas diri.

Hatta Amrullah, Kabid Ketentraman dan Ketertiban (Trantib), Satpol PP Kota Mojokerto mengatakan, pasangan selingkuh dan ABG ini digaruk dari beberapa rumah kos yang ada di Kota Mojokerto.

“Merek kita amanakan di beberapa rumah kos. Seperti di daerah Gunung Gedangan, Meri, Kedung Turi, Kuwung dan tempat hiburan malam, ” ungkapnya.

Kata Hatta, dari empat pasangan yang berhasil diamankan, ada dua pasangan yang tak mampu menunjukkan identitas saat digrebek di sebuah kamar kos. ”Mayoritas, mereka yang berhasil dijaring petugas gabungan merukapan warga di luar Kota Mojokerto,” tambahnya.

Berita Terkait :  Asyik Nyabu Bareng Pacar, Purel asal Jombang Digerebek Polisi, BB 18,7 gram Sabu

Disinggung terkait sanksi yang hanya diberikan kepada para pemakai jasa kos, menurut Hatta, selama ini pihaknya sudah berupaya keras melakukan pencegahan, Diantaranya mulai dari sosialisasi hingga patroli rutin yang dilakukan para anggotanya.

“Artiya kita kembalikan lagi pada kontrol masyarakat dalam menanggapi masalah ini, Sebab sangat di butuhkan dalam melakukan pencegahan wilayah Kota Mojokerto dari pergaulan bebas khusunya penyakit masyarakat.”terangnya.

Di lain sisi, lanjut Hatta, kebanyakan pemilik kos tidak bisa 100% berada di lokasi kos kosan, Dengan demikian, sehingga sulit untuk dijangkau. “Hal inilah yang menjadi antisipasi kami. Sehingga kami menekankan kepada setiap pemilik kos lebih pro aktif dalam menselektif setiap pelanggan yang datang, agar tidak disalah gunakan,” pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :