Pocari Sweat Berpartisipasi Sukseskan Tugas Paskibraka

Pocari Sweat mendukung para pelajar pilihan dari 34 Provinsi di Indonesia agar mendapat wawasan nutrisi dan dukungan hidrasi yang tepat, supaya mereka tampil optimal saat pengibaran dan penurunan bendera merah putih, termasuk di Gelora A Yani Mojokerto.

Pada 14 Juli 2019, Pocari sweat bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Wilayah Kota Mojokerto untuk memberikan workshop tentang cara hidrasi yang tepat untuk para pasukan pengibar bendera pusaka (PASKIBRAKA).

Para pelajar pilihan yang diseleksi ketat oleh sekolah, Kabupaten/Kota, Provinsi dan tingkat nasional tersebut, diharapkan bisa tampil sempurna pada upacara peringatan 17 Agustus 2019. Oleh karena itu, mereka harus belatih keras dan menjaga asupan nutrisi dan cairan supaya tidak sakit atau menurunkan konsentrasi akibat dehidrasi.

Fachriza Fauzi Aldino selaku Brand Communication Executive Kota Mojokerto mengatakan, Workshop Best Hydration for Paskibraka ini bertujuan untuk memberikan wawasan nutrisi dan cairan yang tepat selama mereka berlatih.

“Dengan workshop ini, mereka bisa mengetahui berapa banyak asupan cairan yang harus mereka konsumsi dan makanan apa saja yang harus dikonsumsi atau dihindari untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, Warga Mojokerto Gelar Upacara di Sungai

Pemateri dalam workshop yang digelar disela-sela pemusatan latihan Paskibraka ini adalah seorang ahli gizi, yakni Iga Ayuni Fatmala, S.G.z

“Pocari Sweat juga mensupport hidrasi pada beberapa sesi, saat mereka latihan dan setelah mereka mengibarkan atau menurunkan bendera pusaka,” tambahnya.

Pemusatan latihan Paskibraka ini tersebar dari tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi dan tingkat nasional. Seperti Dinas kepemudaan dan Olahraga, Tim Khusus dari TNI sebagai pelatih dan Purna Paskibraka Indonesia sebagai pendamping, serta di Kementrian pemuda dan Olahraga.

Kegiatan tahunan ini menjadi kebanggan tersendiri bagi pelajar SMA terpilih, karena mereka harus menyingkiran ribuan siswa lainnya untuk bisa terpilih. Momentum inilah yang bisa jadi salah satu pengungkit jiwa nasionalisme, kebangsaan dan persatuan para pemuda.

Semoga workshop ini bisa mendukung, perjuangan mereka mulai dari pagi, siang dan malam selama lebih dari 1 bulan bisa terbayar dengan keberhasilan penugasan.(sma/Advetorial)

Baca juga :