Polisi Gerebek Bisnis Daur Ulang Snack Kedaluarsa di Mojokerto

Polres Mojokerto menggerebek sebuah gudang pengelolaan makanan ringan kadaluarsa yang berlokasi di Dusun Manukan, Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto.

Informasi yan dihimpun suaramojokerto.com, penggerebekan gudang ini dilakukan Polres Mojokerto pada Selasa (08/10) sekitar pukul 13.00 WIB di rumah milik MJ warga setempat.

Polisi berhasil mengamanakan puluhan karung berisikan makanan ringan jenis pilus kadaluarsa dan coklat. Tak hanya itu, polisi juga menyita label kertas merk dan plastik pembungkus makanan bertuliskan “Camilan Istimewa Dua Ikan”.

Sementara di lokasi pengerebekan, polisi memasang police line . Petugas juga mengamankan barang bukti berupa 45 karung berisikan pilus, satu wajan penggorengan, satu bendel kartas dan plastik bertuliskan Camilan Istimewa Dua Ikan dan satu unit kendaraan Grand Max.

Selain itu, polisi juga mengamankan mesin adonan molen yang digunakan untuk mencampur bumbu pilus, serta tiga tong cokelat yang sudah dicampur dengan wafer turut diamankan petugas.

AKP Muhammad Sholihin Fery, Kasatreskrim Polres Mojokerto saat dikonfirmasi engan menjelaskan secara detail penggerebekan tersebut. Sebab, sejauh ini petugas masih melakukan penyelidikan dan pendalaman.

Berita Terkait :  Pasca Digerebek Polisi, Izin Home Industri Snack di Mojokerto Langsung Dicabut

Fery juga tidak ingin berspekulasi siapa pelaku di balik produksi pilus dan cokelat yang diduga kedaluwarsa ini sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. ’’Masih nunggu hasil laboratorium,’’ ungkapnya

Pengerebekan ini bermula dari laporan masyarakat yang ditindak lanjuti oleh polisi dengan melakukan pengecekan dan berhasil menemukan aktivitas pengelolaan makanan ringan kadaluarsa di rumah MJ (44).

Sementara MJ (44) saat dikonfirmasi di rumahnya mengaku hanya menjadi karyawan. Dia melakukan aktivitas pengelolaan sudah sejak lima bulan yang lalu. “Saya low hanya karyawan, bukan pemilik. Pemiliknya Orang lain,” terangnya.

Dia menjelaskan, selama melngola dia hanya menggoreg dan mendaur ulang makanan ringan yang dikirim saudara PW warga Desa Seduri, Kecamatan Mojosari Mojokerto. “Satu kemasan, karyawan dapat upah Rp 1.000,’’ ungkapnya.

Hanya saja, pihaknya mengaku tidak tahu-menahu, kemana produksi camilan itu dipasarkan. Termasuk, dari mana asal jajanan kedaluwarsa tersebut didapat. ’’Barang ini selalu diantar dan diambil ke sini. Jadi, saya tidak tahu, kemana saja dijual,’’ pungkasnya.(sma/udi)

Baca juga :