Pelaku Peluk Petugas, Bom Bunuh Diri di Surabaya Meledak di Tiga Gereja

saksi mata sebut pelaku perempuan bawa dua anak

Letakan dahsyat yang diduga bom bunuh diri di Surabaya Minggu pagi (13/05) ternyata terjadi di tiga gereja di Surabaya.

Kombes Frans Barung, Kabid Humas Polda Jawa Timur menyatakan di TV Swasta terkait ledakan tersebut. Tiga Gereja dimaksud diantaranya Gereja Santa Maria di Ngagel, GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja di Jalan Arjono. “Kami lihat kejadian upaya bom bunuh diri,” katanya.

Sementara informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, korban ledakan bom bunuh diri masih dilakukan pendataan oleh pihak kepolisian, data sementara di gereja Santa Maria Ngagel Surabaya 2 orang tewas dan 13 orang terluka.

Baca Juga :  Selain Divaksin, Cjh WUS di Mojokerto Harus Tes Kehamilan

Sementara Antonius, satpam gereja yang juga saksi mata yang melihat ledakan di GKI Surabaya, Jalan Diponegoro mengaku melihat seorang perempuan membawa 2 anak meledakan dirinya di depan halaman. “Perempuan itu datang membawa 2 anak dan 2 tas,” ungkapnya.

Kata Antonius, awalnya, petugas menghadang perempuan itu di depan pagar halaman gereja, namun ibu itu tetap memaksa masuk dan langsung memeluk memeluk petugas. “Tiba-tiba meledak,” tambahnya.

Suara ledakan bom bunuh diri si Surabaya ini cukup cukup keras dan terdengar sampai empat kali. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyisiran di beberapa lokasi sekitar gereja.(rif/sma)