Delapan Desa di Mojokerto Krisis Air Bersih

BPBD Suplai 5 Ribu Liter Air Per hari

Meskipun sebagian daerah sudah sempat diguyur hujan, namun cuaca panas yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat beberapa desa di Mojokerto mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.

Informasi yang dihinoun suaramojokerto.com, sedikitnya ada delapan desa di Kabupaten Mojokerto saat ini mengalami krisis air bersih. Sumur warga mengering, tandon air yang disediakan pemda juga menipis. Sehingga mengganggu aktivitas warga sehari-hari baik untuk memasak maupun MCK.

Delapan desa ini diantaranya, Desa Kunjowesi, Manduro-Manggunggajah dan Kutogirang di wilayah Kecamatan Ngoro serta Desa Madureso, Dawarblandong. Kini bertambah empat desa lagi di wilayah kecamatan Dawar Blandong. Yakni, Simongagrok, Cinandang, Dawar blandong, dan Pulorejo.

M Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, delapan desa ini sudah dinyatakan berstatus tanggap darurat bencana melalui SK Bupati dan menjadi atensi tim BPBD. “Yang empat desa ini penetapannya 16 september lalu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kasihan, Tiga Desa di Mojokerto Kekeringan Hingga Hari Raya

Zaini juga mengatakan, do desa yang darurat bencana kekeringan sudah disiapkan tandon air untuk memenuhi kebutuhan warga. Namun karena cuaca ekstrim, persediaan di tandon air kini menipis dan memerlukan pasokan lebih. “Kita pasok kebutuhan air warga setiap hari, untuk setiap desa dikirim 5 ribu liter,” pungkasnya.

Sementara untuk jangka panjang, BPBD kerjasama dengan instansi terkait untuk meyediakan saluran ai yang bersifat permanen, namun masih terkendala besarnya biaya yang dibutuhkan.(sma/udi)