Curhat Ikfina MKP : Suami Saya Dituntut 12 Tahun Penjara

Ditulis di Akun Facebook Ikfina Fatmawati

Ikfina Kamal Pasa, Istri Mustofa Kamal Pasa (MKP) Bupati Mojokerto non aktif yang dituntut KPK 12 tahun penjara tiba-tiba buka suara. Sosok istri soleha yang banyak diam ini tiba-tiba mengupload cuitannya di medsos, akun facebook pribadinya Ikfina Fahmawati.

Berikut cuitan curhatnya yang diunggah pada Sabtu (29/12) sehari setelah MKP dituntut jaksa KPK 12 tahun penjara dan denda serta pengembal uang. Cuitan di faceebok ini juga viral melalui pesan berantai WhatsApp :

Suami Saya Dituntut 12 Tahun Penjara

Suami saya bukanlah pembunuh, suami saya bukanlah pencuri, suami saya juga bukan pengedar narkoba. Suami saya adalah mantan Bupati Mojokerto yang didakwa menerima suap atau gratifikasi ketika menjabat.

Dulu, saya adalah orang pertama yang menentang keinginannya menjadi Bupati Mojokerto. Waktu itu saya merasakan hidup kami sangat nyaman, tidak kekurangan apa pun. Sangat nikmat.

Iklan suaramojokerto.com
Hot Promo Toyota

Suami saya seorang pengusaha dengan penghasilan yang lebih dari cukup untuk kami makan. Tentu saja saya sangat ingin mempertahankan zona nyaman yang kami miliki tersebut.

Pikiran saya waktu itu, menjadi seorang Bupati pasti sangat sibuk, tidak akan ada banyak waktu untuk keluarga. Dan yang paling utama, saya tidak ingin harta yang kami miliki tercampur dengan barang yang tidak halal. Maka saya dengan tegas tidak ingin beliau mencalonkan diri dalam pilkada Kabupaten Mojokerto 2010.

Tapi suami saya punya misi lain. Beliau pernah mengatakan,”Gusti Allah ki ngekeki aku gampang golek duwek. Aku heran wong-wong kok angel golek duwek ngono. Aku pingin nularke ilmuku golek duwek ben wong-wong kuwi yo iso gampang golek duwek koyo aku” (Gusti Allah itu memberiku kemudahan dalam mendapatkan uang/ rejeki. Aku heran orang-orang kok susah cari uang seperti itu. Aku ingin menularkan ilmuku dalam mencari uang supaya mereka mudah mendapatkan uang/ rejeki).

Akhirnya beliau berangkat dalam upayanya menuju bursa Pilkada Kabupaten Mojokerto 2010.
Dalam perjalanannya, banyak masalah dihadapi. Beliau bukan orang partai, tidak cukup memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam berpolitik. Hingga akhirnya beliau habis-habisan, kehilangan banyak biaya.

Dalam kondisi ini saya tidak tega. Maka, saya yang sebelumnya tidak setuju, diam membiarkan beliau bergerak sendiri, akhirnya ikut membantu pergerakan beliau. Allah memberinya jalan dan mengabulkan keinginannya. Beliau dilantik menjadi Bupati Mojokerto 2010-2015 dan berlanjut 2016-2018.

Dalam perjalanannya, banyak mimpi yang ingin beliau wujudkan. Fokus Beliau adalah peningkatan ekonomi masyarakat. Pertama yang Beliau pikirkan adalah sarana transportasi. Beliau menginginkan jalan poros yang lebar, bagus dan awet yang menghubungkan Kabupaten Mojokerto dalam empat penjuru. Bahkan, jalan sawah pun harus bagus agar mendukung proses pengangkutan hasil pertanian.

Tidak hanya jalan, Beliau menginginkan penerangan jalan yang merata, sehingga pergerakan ekonomi bisa berlanjut hingga malam hari. Berikutnya, beliau menginginkan ada pasar yang layak di masing-masing Kecamatan, dan ada pusat keramaian di masing-masing Kecamatan seperti alun-alun Kota Batu, dimana masyarakat bisa berjualan dan bertamasya dengan keluarga tanpa biaya yang besar.

Di bidang kesehatan, beliau ingin semua Puskesmas menjadi puskesmas rawat inap sekelas Rumah Sakit tipe C, agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dengan mudah dan cepat. Di bidang pendidikan, beliau menginginkan semua SMK di Kabupaten mempunyai pabrik sendiri untuk magang (belum terlaksana karena SMA/ SMK berpindah menjadi kewenangan provinsi).

Di bidang pelayanan, beliau ingin semua kantor Desa/ Kelurahan dan Kecamatan representatif dalam memberikan pelayanan dan menjadi pusat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat. Beliau juga merencanakan kantor pemerintahan terpadu dimana semua dinas dan kantor menjadi satu untuk mempermudah koordinasi.

Di bidang pariwisata, beliau ingin membangkitkan kebesaran Kerajaan Majapahit di Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya tempat wisata, kantor Desa/ Kelurahan, Kecamatan, Puskesmas, sekolah, pasar, bahkan pagar rumah penduduk dibangun dengan ornamen Majapahitan. Icon ini diharapkan dapat menarik pergerakan pusat perekonomian ke wilayah Kabupaten Mojokerto.

Sebagian besar mimpinya sudah terlaksana dan ada wujudnya. Dan ini merupakan proses yang butuh pemikiran dan kerja keras. Ide-ide pembangunan beliau sampaikan sendiri, beliau kawal sendiri dalam penganggaran dan pelaksanaannya, sepanjang waktu tiada berhenti. Bahkan biaya untuk melaksanakan pembangunan yang begitu besar tersebut Beliau upayakan dari hasil PAD (pendapatan asli daerah), bukan menunggu kucuran dana dari Pemerintah Pusat.

Saya adalah orang yang serumah dengan Beliau. Saya tahu betul apa yang Beliau pikirkan, apa yang Beliau lakukan. Praktis selama menjadi Bupati, waktu Beliau untuk kami, istri dan anaknya sangatlah terbatas. Tapi kami ikut senang melihat Beliau bahagia dengan apa yang sudah beliau karyakan untuk masyarakat.

Suami saya adalah manusia biasa. Banyak kekurangannya. Beliau seorang pekerja keras yang tidak mengenal waktu, dan jika punya keinginan sangat fokus, benar-benar gigih dan ulet, harus terwujud. Sehingga penampilannya keras, kasar, memaksa, dan menuntut orang-orang di sekitarnya untuk mengikuti ritme kerjanya. Apalagi Beliau termasuk orang yang susah memuji orang lain. Hal inilah yang mungkin dipandang negatif dan tidak nyaman untuk orang-orang di sekitarnya.

Saat ini, saya merasa kasihan melihat Beliau. Untuk ukuran orang yang keras, kaku, Beliau selalu berusaha tegar dan menyembunyikan sedihnya dari kami. Hal ini selalu Beliau lakukan. Sehingga selama 20 tahun menjadi isterinya, suami saya tidak pernah sekalipun menceritakan pemasalahan yang dihadapinya.

Beliau selalu menyelesaikan masalahnya sendiri, tidak ingin menyusahkan kami. Maka, saya pun sebelumnya tidak pernah tahu beliau menghadapi masalah seberat ini. Beberapa saat setelah ditahan oleh KPK, Beliau menulis surat untuk kami:

Untuk mama, Jihansyah, Mila dan Ghina.
Alhamdulillah, papa di sini baik-baik, temen-temen yang di aku juga baik. Papa bisa sholat 5 waktu tepat waktu dan berjamah terus, bisa sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat wajib, bisa dikir dan mendoakan semua.
Papa terima ini dengan ikhlas sebagai ujian dan hukuman dari Allah, dan papa yakin ini membawa dampak yang besar banget untuk semua.
Papa yakin Allah memberikan yang terbaik bagi kita semua.
− Jihansyah harys kuat dan tangguh untuk gantikan papa (dengan ridho Allah SWT)
− Mama yang sabar dan selalu positif pikarannya
− Mila yang mandiri nak.
− Ghina yang lembut ya nak.
− Semuanya harus saling menyayangi.
Di sini papa akan berusaha untuk selalu dekat dengan Allah dan selalu berdzikir terus tanpa putus dan tiada henti, karenya hanya Allahlah yang bisa menyelesaikan masalahnya papa. Amin. Amin. Amin YRA.
(ditulis tangan 6-5-2018)

Dibalik sosoknya yang kasar, masih ada hal positif dalam diri Beliau. Di dalam rutan KPK Merah Putih, selama ditahan suami saya termasuk tahanan yang tanpa rikuh membersihkan sampah-sampah dan mengosek kloset kamar mandi yang kotor dengan tangannya sendiri, sampai ditunjuk oleh para tahanan menjadi koordinator kebersihan. Ketika pindah di Rutan Medaeng, Beliau juga tidak bisa diam, selalu memikirkan kepentingan orang lain. Sampai saya disuruh belikan obat skabies (gudhig), untuk para tahanan yang menderita skabies. Beliau orangnya tidak pernah merasa eman. Apa yang dimiliki, jika ada orang lain yang butuh, beliau berikan.

Tidak ada yang pernah bisa merasakan apa yang kami rasakan saat ini. Kemarin, tanggal 28 Desember 2018, Jaksa KPK menuntut suami saya dengan hukuman 12 tahun penjara, mengembalikan uang 2,7 M dan mencabut hak politiknya.

Saya tahu Beliau sedih. Tapi Beliau berusaha tegar. Bahkan Beliau terlihat menghawatirkan saya. Beliau merangkul saya dan memegang tangan saya sambil berkata,”Ga po po, dilakoni ae” (tidak apa-apa, dijalani saja). Saya berusaha tegar. Beliau memeluk anak-anak satu persatu. Tanpa kata-kata. Hanya pada saat memeluk anak pertama saya, Beliau mengatakan,”Jaga mama dan adik-adik Le”.

Sebenarnya saya ingin menyimpan semua rasa tersebut sendiri, tapi di sisi lain saya ingin berbuat sesuatu untuk suami saya dan keluarga saya. Maka saya memutuskan untuk memulainya dengan tulisan ini.

Melalui tulisan ini, saya memohonkan maaf untuk suami saya kepada seluruh masyarakat Mojokerto. Pasti ada yang merasa tidak berkenan dengan perkataannya, perilakunya, pikirnya, kebijakannya selama Beliau menjabat. Kami mohon dengan kerendahan hati untuk dimaafkan.

Saya juga mohon do’a dari seluruh masyarakat Mojokerto agar kami diberikan jalan dalam menyelesaikan masalah kami dan diberikan kekuatan untuk menjalaninya. Kepada seluruh kader PKK Kabupaten Mojokerto dan seluruh masyarakat Mojokerto, saya secara pribadi memohon maaf atas segala kesalahan dan ketidakpantasan yang saya lakukan selama saya menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto.

Kami berharap, dengan MA’AF dan DO’A dari seluruh masyarakat Mojokerto, Allah SWT akan memberikan kemudahan. Aamiin Yaa Robbal ‘Alamiin.(facebook/sma/udi)

Baca juga :