Launching e-Warong, Walikota Mojokerto Ingin Penerima BPNT Berkurang

Siapkan Pembangunan Pusat Ekonomi di 18 Kelurahan

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memang sudah diterapkan di Kota Mojokerto. Baik BPNT dari APBN maupun bersumber dari APBD yang disalurkan melalui e-Warong.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pada Kamis (14/03), Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari me-launching e-Warong Makmur Ceria di Lingkungan Balong Rawe, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Ning Ita mengatakan, BPNT adalah program nasional arahan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Yang semula rastra atau beras sejahtera kemudian disalurkan secara nontunai. Ini hanya perubahan sistem kalau dulu menerima beras secara langsung sekarang menerima kartu untuk dapat mencairkan bantuan,” jelasnya.

Ning Ita juga mengatakan, ada lebih dari 4000 warga yang menerima BPNT dari APBN. Namun, masih ada warga di Kota Mojokerto yang miskin dan rentan miskin yang belum terakses BPNT dari APBN. Untuk itu kebijakan Pemda mengalokasikan untuk memberikan BPNT dari APBD 2019 kepada sejumlah lebih 2.000 warga.

“Pemkot berharap jumlah penerima BPNT semakin menurun dari tahun ke tahun karena kita menginginkan warga semakin meningkat kesejahteraannya bukan sebaliknya,” tambahnya.

Kata Ning Ita, tahun 2019 ini, Pemkot Mojokerto akan membangun dua sentra ekonomi baru. Pemkot Mojokerto menyiapkan 18 sentra ekonomi dari 18 kelurahan untuk berdagang bagi seluruh warga Kota Mojokerto. “Kita ingin terus berupaya mrningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. BPNT ini diharapkan agar bisa sedikit meringankan beban karena pemerintah daerah punya kewajiban untuk hadir memberi kemanfaatan untuk ikut peduli kepada warga yang tidak mampu menanggung beban dirinya dan keluarganya,” harapnya.

Baca Juga :  Tampung Bantuan Bencana, Dinsos Mojokerto Kirim Tagana ke Sulteng

Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto, Sri Mudjiwati mengatakan, peluncuran program BPNT APBD adalah sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang adanya program bantuan pangan nontunai dari Pemkot Mojokerto. “Program BPNT untuk mendukung kebijakan transparansi dan akuntabilitas program,” ungkapnya.

Tujuannya agar memudahkan di dalam mengontrol dan memantau bantuan sosial serta untuk mengurangi beban pengeluaran dan memberikan nutrisi yang seimbang kepada keluarga penerima manfaat.

Pemberian program BPNT adalah untuk mendukung ekonomi kerakyatan dalam mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.

“Pada tahun 2019 anggaran untuk BPNT dari APBD sebanyak 2.150 KPM dengan rincian Kecamatan Magersari sebanyak 832 KPM, Kecamatan Prajuritkulon sebanyak 667 KPM dan Kecamatan Kranggan sebanyak 651 KPM. Untuk launching kali ini, di Kelurahan Kedundung ada sebanyak 282 KPM yang hadir dan menerima bantuan,” pungkasnya.(sma/udi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*