Banjir Berangsur Surut, Status Tanggap Darurat di Kawasan Tempuran, Sooko Mojokerto Berakhir

Banjir luapan avur sungai Gunting yang sempat menggenangi 2 Dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto selama 6 hari, akhirnya berangsur surut. Namun warga masih khawatir terjadi banjir susulan.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, surutnya banjir yang sempat menggenangi permukiman, akhirnya membuat status tanggap darurat juga berakhir. Tapi BPBD masih terus memantau pasca banjir.

Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, sesuai hasil di lapangan dan rapat yang di pimpin oleh Sekda Kabupaten Mojokerto pada Selasa siang (06/05) yang di ikuti oleh seluruh OPD, secara resmi status tanggap darurat di Desa Tempuran di cabut.

” Itu artinya, Dapur umum yang di dirikan oleh Dinsos bakal berakhir pada Selasa (06/05) pukul 00.00 WIB, ” ujarnya.

Dari hasil rapat juga memutuskan untuk sisa bahan masak atau hasil dari sumbangan donatur peduli banjir, akan di serahkan sepenuhnya kepada Desa untuk di kelola. ” Kita serahkan sepenuhnya, biar desa yang akan mengatur untuk di bagikan kepada warga yang terdampak,” terangnya.

Meski Dapur umum telah berakhir, bukan berarti pemerintah lepas tangan pasca banjir luapan sungai gunting yang melanda Desa Tempuran. Pos Komando milik BPBD tetap akan berdiri sampai kegiatan pasca banjir yakni hasil fasum atau pemulihan benar-benar selesai.

Baca Juga :  Sungai Meluber, Tiga Dusun di Mojokerto Banjir Hingga 80 Cm

” Besok kita rencanakan akan turunkan mobil damkar untuk membersihkan jalan bekas banjir, sebab bahaya yang mengancam adalah tumbuhnya penyakit setelah banjir.” tandasnya.

Menurur Zaini, pasca banjir benar-benar surut, pemerintah sesuai dengan tupoksi masing-masing akan melakukan langkah pemulihan. Seperti dinas PUPR akan melakukan pemulihan jalan dan normalisasi sungai serta fasum lainnya, juga Dinas ketahanan pangan bakal memberikan bantuan beras kepada warga terdampak.

” Saat ini, update kondisi terkini di 2 dusun yakni Dusun Tempuran dan Bekucuk ketinggian air di jalan tinggal 10 sampai 15 cm, sedangkan yang masuk rumah sudah tidak ada,” katanya.

Sekedar informasi, banjir akibat luapan avur sungai gunting sempat menggenangi 2 dusun di Desa Tempuran hampir satu Minggu. Terhitung sejak Rabu lalu (01/05) hingga Selasa (06/05). Ketinggian air di Jalan mencapai 60-70 cm, sedangkan yang masuk rumah mencapai 40-50 cm. Akibatnya, ribuan rumah warga sempat tergenang air. (adm/ats)

Baca juga :