Keluyuran, 8 Pelajar dan 5 Anjal Diciduk Satpol PP Mojokerto

Satpol PP Kota Mojokerto terus melakukan razia rutin. Kali ini, sebanyak 8 pelajar bolos dan 5 Anak Jalanan (Anjal) yang dianggap mengganggu ketertiban berhasil diamankan, Selasa (30/7/2019).

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, pelajar itu diamankan Satpol PP di warung kopi. Sedangkan anjal diamankan saat di jalan trotoar Kota Mojokerto. Bahkan, petugas harus kejar-kejaran untuk mengamankan belasan pelajar yang berusaha kabur saat akan diamankan.

Sugiono, Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto mengatakan, 8 pelajar itu dari SMA di Kota Mojokerto dan 5 anjal yang diamankan karena berbuat kesalahan.

” Kesalahan mereka membolos saat jam pelajaran berlangsung, dan yang anak anjal kita amankan karena mendapatkan laporan dari masyarakat. Keberadaan mereka pun dianggap menganggu ketertiban,” terangnya.

Para pelajar yang terjaring satpol PP diamankan di jalan sepi, tepatnya di belakang SMP 5 dan warung kopi. Mereka beralasan sedang jam kosong, sehingga mereka memilih keluar. Setelah digiring ke kantor satpol PP untuk diberikan pembinaan, mereka diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Berita Terkait :  Belum Ada Pengumuman Kelulusan, Pelajar di Mojokerto Nekad Coret Baju dan Konvoi

” Untuk para pelajar kita akan kembalikan ke sekolah masing-masing, terserah gurunya mau memberikan sanksi apa kepada para pelajar ini,” kata Sugiono.

Menurutnya, mereka juga dilakukan pemeriksaan mulai Hp dan barang bawaan. ” Tapi Alhamdulillah tidak ditemukan apapun dari mereka,” katanya.

Kata Sugiono, pelajar maupun anjal yang terjaring razia rutin Satpol PP Kota Mojokerto, akan mendapat pemeriksaan secara detail. Sebab juga menyediakan petugas Bimbingan Konseling (BK) bagi para pelajar maupun Anjal yang mengalami penyimpangan.

” Untuk 5 anak anjal yang terjaring berasal dari Jombang maupun Mojokerto, rencanaya akan kami antarkan pulang ke rumah masing-masing. Sebab mereka tidak ada identitas, sehingga tidak bisa jika kita panggil orang tuanya,” tegasnya.

Para anjal itu juga akan diberikan surat pernyataan agar tidak masuk ke wilayah Kota Mojokerto. (sma/adm)

Baca juga :