10 Hari Jelang Wukuf, Masjidil Haram Makin Padat, Ini Laporan CJH Mojokerto

INFORMASI HAJI 2019 KEMENAG KABUPATEN MOJOKERTO

10 hari menjelang puncak haji, yakni prosesi Armuzna atau Arofah, Muzdalifah dan Minna, suasana di Masjidil Haram, Arab Saudi semakin padat dan penuh sesak oleh jamaah yang melakukan towaf dan jamaah di Masjidil Haram.

Basuni, wartawan Radar Mojokerto saat dihubungi suaramojokerto.com menyampaikan, keramaian sangat terasa bahkan satu jam sebelum waktu Maghrib. Jamaah dari berbagai negara mulai berdatangan ke Makkah, termasuk jamaah haji Indonesia. Jamaah bahkan sudah mulai melebar dalam melaksanakan shalatnya hingga pelataran Masjidil Haram dipenuhi jamaah.

Wijaya Soto, jamaah dari kloter 61 asal Kabupaten Mojokerto mengakui, Masjidil Haram makin padat dengan jamaah menjelang makin dekatnya puncak wukuf pada 10 Agustus 2019. Tidak mudah menemukan tempat kosong jika jamaah datang ke Masjid 10 menit menjelang Maghrib. Sehingga peluang jamaah yang tiba pada waktu itu mendapatkan tempat shalat di pelataran masjid.”Suasana jadi tambah ramai,” katanya.

Berita Terkait :  Sesak Nafas, Jamaah Haji Mojokerto Meninggal Dunia di Mekkah

Nurul Huda, jamaah lain dari Mojokerto juga mengatakan, mereka tidak lagi menuju Madinah, melainkan langsung ke Makkah untuk menunaikan ibadah umrah wajib .” Tidak ada tempat yang kosong. Bahkan beberapa ruas jalan untuk masuk juga ditutup,” ujarnya.

Menghadapi gelombang jamaah dari dua arah, Madinah dan Jeddah, Daker Makkah sudah menyiapkan layanan secara maksimal.

Sementara itu, Sadat, Ketua koter 61 mengatakan, terkait kepadatan jamaah di Masjidil Haram, petugas kloter mengimbau jamaah menjadwal pelaksanaan umrah. “Cari waktu-waktu yang lengang, sekitar pukul 21.00 ke atas atau pagi hingga selepas dzhuhur,” katanya. (sma/adm)

Baca juga :