Trauma, Warga Ngotot Tolak Pabrik Limbah B3 di Mojokerto

Sosialisasi Tim Pemprov tak Digubris

Warga Desa Cendoro, Dawar Blandong, Mojokerto kompak menolak pendirian Pusat Pengolahan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (PPLI-B3) disekitar wilayahnya. Mereka bersikukuh tidak mengizinkan pabrik limbah ada disekitar wilayahnya, alasannya tidak ingin lingkungannya tambah rusak.

Setelah menggalang tanda tangan menolak pembangunan pabrik, penolakan warga juga terlihat dalam sosialisasi yang dilakukan Pemprov Jawa Timur bersama warga dengan menghadirkan tim dari ITS dan Perhutani. Tapi warga seakan tidak mau menerima semua penjelasan secara teknis tentang rencana pembangunan pabrik limbah B3 disekitar kampung mereka.

Siswanto, Koordinator Forum Masyarakat Desa Cendoro mengatakan, warga sudah sepakat menolak pembangunan pabrik limbah B3 yang digagas pemprov. “Kami tidak ingin lingkungan kami dirusak, karena mayoritas warga disini adalah petani, kalau nanti dipakai tempat penimbunan limbah B3, kita akan makan apa.” Ungkapnya.

Baca Juga :  PDIP rekom Gus Ipul dan Anas dalam Pilgub Jatim

Warga juga merasa tersinggung dengan kalimat yang dilontarkan tim dari Pemprop Jatim, “Pemerintah kok dilawan” yang muncul karena penolakan warga dilakukan secara terus menerus, warga akhirnya semakin gencar manyampaikan. Penolakan dan pertemuanpun tidak membuahkan hasil.

Sementara Budiono, Camat Dawar Blandong mengatakan, dalam pertemuan ini pihak Muspika hanya sebatas memfasilitasi, dan alasan penolakan warga karena mereka trauma dan khawatir terjadi polemik berkepanjangan seperti di desa Lakardowo, Dawar Blandong, antara warga dengan PT Pria, Pabrik Pengolahan Limbah B3.(sma)