Lebaran, Jalur Cangar – Pacet Mojokerto Rawan Rem Blong, Ini Solusinya

antisipasi Kecelakaan Akibat Rem Blong

Arus lalu lintas di jalur Cangar – Pacet yang menghubungkan Kota Batu dengan wilayah Mojokerto masih menjadi jalur favorit bagi masyarakat, baik yang berwisata maupun mereka yang ingin mengambil jalur pintas.

AKBP Leonardus Simarmata, Kapolres Mojokerto mengatakan, jalur alternatif Cangar – Pacar memang banyak disukai pengendara karena pemudik dari Malang dan Kota Batu bisa menghemat waktu tempuh sekitar 30 menit dibanding lewat jalur Pandaan. “Lebih cepat, namun resikonya cukup tinggi,” ungkapnya.

Kata Kapolres, jalur wisata Pacet – Cangar ini rawan macet dan rawan kecelakaan sehingga pihaknya menempatkan pos pantau mudik lebaran di kawasan Sendi Pacet. “Pos pantau ini akan berada hingga lebaran selesai, karena jalur ini medannya sangat curam dan rawan kecelakaan akibat rem blong,” terangnya.

Leonardus Simarmata juga mengimbau agar para pengguna jalan Cangar – Pacet selalu melihat rambu dan papan peringatan yang sudah dipasang dibeberapa titik, seperti peringatan “Gunakan Gigi 1” ini harus dipatuhi baik bagi yang sudah tahu medan maupun yang belum paham medan ini cukup membantu. “Kami juga menempatkan banner-banner imbauan supaya pengendara berhati-hati,” tegasnya.

Leonardus yang juga mantan Kapolres Kota Batu ini menjelaskan, risiko kendaraan rem blong di jalur ini cukup tinggi, khususnya kendaraan dengan transmisi matic. “Yang pakai kendaraan matic harus lebih hati-hati, baik roda dua maupun roda empat, karena lebih rawan rem blong,” tegasnya.

Sementara data yang dihimpun suaramojokerto.com, beberapa turunan curam yang membahayakan di jalur wisata Pacet – Cangar ini diantaranya :
– Turunan AMD Pacet yang memiliki kemiringan sekitar 45 derajat dan disisi kanannya ada jurang yang cukup dalam.
– Turuan di rest area Sendi yang juga cukup mengerikan. Lokasi ini sering terjadi kecelakaan tunggal akibat rem blong.
– Turunan dan tikungan tajam Gotekan, Pacet. Meski kemiringan turunan hanya sekitar 30 derajat namun disertai tikungan tajam dan ujungnya ada jurang cukup dalam. di titik ini sering terjadi kecelakaan akibat rem blong bahkan videonya banyak viral di media sosial.

Pihak kepolisian sudah menyiapkan dua jalur pengamat di sekitar jalur Wisata Cangar – Pacet untuk meminimalisir dampak kefatalan kecelakaan akibat rem blong. Namun jalur penyelamat ini tidak bisa mengurangi terjadinya rem blong.

Kapolres menegaskan, kalau ingin aman pemudik harus banyak menggunakan gigi rendah agar kecepatannya terkontrol. “Pemudik mutlak harus memakai gigi rendah, satu atau gigi dua,” pungkasnya.(sma)