Polisi Selidiki Dua Pelaku Pembuangan Bayi di Masjid Mojokerto

Cari Petunjuk dari CCTV Warga

Pelaku pembuangan bayi laki-laki di imaman Masjid Baitur Rahman, Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Dlanggu, Mojokerto terus diselidiki Satreskrim Polres Mojokerto.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, Setelah menggelar olah TKP, Polisi mencurigai dua orang yang masuk ke dalam masjid Minggu (14/01) sekitar pukul 11:00 WIB, sebelum bayi itu ditemuakan.

AKP M Solikhin Fery, Kasatreskirm Polres Mojokerto mengatakan, berdasarkan keterangan saksi sebelumnya ada dua orang masuk ke masjid, dua orang inilah yang dicurigai sebagai pelaku dan akan diselidiki. “Tidak ada tanda-tanda pengerusakan pintu, dua orang ini diduga sengaja menyelinap masuk ke dalam masjid yang tidak dikunci sebelum ditemukannya bayi laki-laki tersebut.” Ungkapnya.

Baca Juga :  Polsek Trowulan Ringkus Spesialis Pencuri Ayam Jago

Kata Kasatreskrim, karena di Masjid tidak ada CCTV, polisi akan mencari petunjuk mengenai identitas dua orang ini, diantaranya melalui CCTV yang dipasang warga. “Semoga nanti ditemukan CCTV yang dipasang warga.” Tambahnya.

Sekedar informasi, sesosok bayi laki-laki yang diperkirakan berusia 7 hari dibuang di imaman Masjid Baitur Rahman, Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Dlanggu, Mojokerto. Bayi itu ditemukan Karnadi, saat akan Adzan Dhuhur, saat ini, bayi mungil itu dirawat di RSUD Mojosari.(fam/udi)