Ditemukan Calo CPNS di Mojokerto, Masyarakat Diminta Waspada

Bupati Jamin tak bisa Dimainkan

Rencana Pemkab Mojokerto tahun ini merekrut 349 CPNS mulai diwarnai munculnya praktek percaloan, untung saja sudah terdeteksi oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

Susantoso, Kepala BKPP Kabupaten Mojokerto meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan oknum yang mengaku bisa meloloskan jadi CPNS, karena proses rekrutmen CPNS tahun ini beda dan sangat ketat.

“Ada banyak syarat untuk bisa lolos dari CPNS di Kabupaten Mojokerto karena tahun ini Bupati memasang standar yang sangat tinggi, mulai dari asal perguruan tinggi harus negeri atau terkareditasi A, jurusan harus sesuai formasi, serta nilai IPK minimal 3.00, syarat ini saja bukan hal yang mudah,” terangnya.

Baca Juga :  Tol Surabaya - Mojokerto Siap Beroperasi Penuh

Susantoso meminta, masyarakat waspada calo CPNS, tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku bisa meloloskan, kalau menemukan silahkan dilaporkan ke Pemkab Mojokerto.

Sementara Mustofa Kamal Pasa (MKP) Bupati Mojokerto memastikan dalam rekrutmen CPNS ini tidak ada yang bisa main-main, karena penyelenggaranya langsung dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dengan menggunakan sistem IT, “Kita ingin mencari PNS yang berkualitas super,” tegas MKP.

Seperti diketahui, Pemkab Mojokerto mendapat kuota 1000 CPNS dari Kemenpan-RB, untuk tahap awal tahun ini pemkab akan merekrut 348 CPNS di berbagai formasi, tapi saat ini sudah mulai muncul calo yang ditemukan di Kecamatan Bangsal, Kecamatan Gedek dan Dinas Pertanian.(sma)