Perang Melawan Hoax, Polres Mojokerto Gandeng Nitizen

Warganet Diajak Jaga NKRI

Maraknya berita bohong (hoax) yang berkembang secara masif di tengah masyarakat berpotensi menimbulkan konflik, apalagi menjalang pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019.

Polres Mojokerto memberi perhatian khusus terhadap berkembangnya berita bohong yang menyesatkan. Selain mengerahkan tim cyber crime, pihak kepolisian juga menggandeng nitizen pengguna aktif media sosial di seluruh Mojokerto.

AKBP Leonardus Simarmata, Kapolres Mojokerto mengatakan, berita bohong dan ujaran kebencian saat ini berkembang sangat pesat ditengah masyarakat, hal ini harus dibendung dan dilawan.

“Seluruh admin media sosial agar menyaring berita yang akan di upload, utamanya berita hoax agar tidak berkembang dan menjadi viral,” ungkap Kapolres, Rabu (21/03).

Baca Juga :  Pria Penghina Nabi Muhammad Diringkus Polisi di Mojokerto

Dengan adanya admin nitizen ini, diharapkan penyebaran berita bohong, ujaran kebencian dan unsur sara bisa diminimalisir. “Nitizen ini ada yang anggotanya diata 500 ribu, jadi kita sangat terbantu dalam perang memerangi hoax,” tambah Kapolres.

Selain menggandeng nitizen, Polres Mojokerto juga bakal menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, forkompimda serta kelompok pemuda untuk menjaga NKRI.(sma)