Debat Publik, Cawali Mojokerto Ditanya soal Pungli dan Uang Setoran

Satu calon Wakil Walikota Absen

Debat publik calon walikota dan wakil walikota Mojokerto 2018 yang digelar Kamis malam (24/05) berlangsung dengan lancar, meski diwarnai salah satu calon wakil walikota yang absen alias tidak mengikuti debat publik, yakni Ade Ria Suryani.

Dari pantauan suaramojokerto.com, tema debat publik yang disiarkan live di TV9, Kamis malam (24/05) ini seputar program Paslon dalam mewujudkan birokrasi yang baik dan bersih, sehingga para paslon beradu konsep pemerintahan tanpa korupsi dan uang setoran.

Semua paslon punya konsep yang hampir sama, seperti Paslon AKRAB, ASRI, WALI dan Neng ITA-cak Rizal, intinya semuanya akan mengandeng aparat penegak hukum bahkan KPK untuk melakukan pendampingan dan pembinaan ASN.

Seperti yang disampaikan Warsito, calon walikota pasangan WALI yang menawarkan tiga konsep. “Kita menawarkan konsep pemberantasan korupsi, ada tiga hal, pertama kolaborasi dengan aparat penegak hukum, kedua menggandeng KPK untuk memberikan materi pencegahan, ketiga melibatkan masyarkat sebagai justice blower dengan membuat posko pengaduan,” terangnya.

Baca Juga :  Soal Status Walikota Mojokerto, PDIP Tunggu Info Resmi Dari KPK

Saiful Amin Sholihin, ketua KPU Kota Mojokerto mengatakan, tema debat publik ke II memang mewujudkan birokrasi yang bersih, dan materi yang dikeluarkan banyak seputar penegakan hukum.

“Kita tidak mengarahkan, namun memang hasil dari tim perumus seputar mencegah terjadinya pelanggaran hukum yang banyak terjadi,” ungkapnya.

Sementara dari pantauan suaramojokerto.com, selain adu program pemberantasan korupsi juga adu program untuk mengatasi masalah kemiskinan di kota Mojokerto.(sma)