Diserang Grandong, Petani Bawang Pacet Mojokerto Rugi Besar

Sebagian Pilih Panen Lebih awal

Sejumlah petani bawang merah di Desa Kemiri, Pacet, Mojokerto resah, karena tanaman mereka diserang hama ulat sehingga tanaman yang menjadi andalan penghasilan ini tiba-tiba mengering dan mati.

Sunarto salah satu petani bawang mengatakan, bawang yang diserang hama ini daunnya akan menguning dan menhering, serta bawangnya akan mudah membusuk. “Kalau di Pacet biasa menyebutnya hama grandong,” katanya.

Menurut Sunarto, hama ini bersarang di dalam daun bawang yang tidak terlihat oleh mata telanjang dan selama ini belum ada obat untuk mengatasinya. “Belum ada obat yang mampu mencegah hama grandong ini,” terangnya.

Sementara untuk mencegah agar kerugian tidak terlalu besar, para petani harus melakukan perawatan ekstra dengan penyemprotan pestisida. “Kalau biasanya hanya disemprot seminggu sekali, ya harus seminggu dua kali ditambah lagi penyemprotan vitamin,” ujarnya.

Baca Juga :  Bikin Resah, Warga Desak Galian Batu di Pacet Mojokerto Ditutup

Kata Sunarto, penyebab serangan hama grandong ini macam-macam, terutama faktor cuaca yang kurang baik. “Curah hujan kadang datang secara tiba-tiba, kadang juga anginnya kencang,” katanya.

Akibat serangan hama grandong ini, petani bawang di Pacet mengalami rugi besar karena banyak tanaman yang rusak, kalaupun ada yang tidak begitu parah namun hasilnya anjlok dan harga jual saat panen raya serang turun dan tidak sebanding dengan biaya perawatan yang begitu mahal. “Ada petani yang sempat merasakan panen, meski sedikit.” Pungkasnya.(sma)