Rawan Banjir, BPBD Mojokerto Minta Warga Kerja Bhakti

Jalan dan Pasar Mulai Tergenang

Slider

Sejumlah lokasi di Mojokerto sudah mulai terkena imbas dari intensitas hujan yang cukup tinggi di awal musim ini. Diantaranya, jalan di Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Mojokerto tergenang air setinggi 30 cm, serta jalan di dalam Pasar Raya Mojosari tergenang.

Informasi yang dihimpun suaramojokerto.com, banjir yang terjadi di Dusun Ngetrep, Sedati dikarenakan sungai avour di Sumberwaru meluber karena curah hujan yang cukup tinggi.

M Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto mengatakan, ada beberapa lokasi yang masuk daerah rawan banjir dan genangan air, pihaknya menghimbau agar masyarakat turut menjaga lingkungan dengan melakukan kerja bhakti dan tidak membuang sampah di selokan air dan di sungai. ”Kami terus koordinasi dengan desa dan muspika setempat,” katanya.

Baca Juga :  Banjir 1 meter, BPBD Mojokerto Evakuasi Korban Bencana

Zaini juga mengatakan, banjir yang terjadi di lingkungan, sebagian besar dikarenakan intensitas hujan yang tinggi, sementara di seluran air banyak sampah yang menumpuk. “Peran serta masyarakat yang kami butuhkan, agar bencana serupa tidak terjadi,” tambahnya.

Sementara genangan air yang ada di jalan bagian belakang Pasar Raya Mojosari dikarenakan kondisi jalan yang rendah. Sehingga ketika hujan lebat dipastikan jalan akan tergenang air.

Dari pantauan suaramojokerto.com, Selasa (27/11) hari ini sejumlah pedagang dan petugas pasar ramai-ramai kerja bakti untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan genangan air.(sma/udi)